KARAWANG | GEMPAR.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mengubah sistem koordinasi pendidikan di tingkat wilayah.
Perubahan itu ditandai dengan penggantian nomenklatur Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) menjadi Koordinator Wilayah Pendidikan (Korwildik).
Tidak hanya berganti nama, perubahan tersebut sekaligus mengubah cakupan wilayah kerja. Jika sebelumnya satu Korwilcambidik menangani satu kecamatan, kini satu Korwildik membawahi tiga kecamatan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang Wawan Setiawan Natakusumah mengatakan perubahan tersebut merupakan penyesuaian terhadap sebaran satuan pendidikan di Kabupaten Karawang.
“Korwildik ini merupakan pola baru koordinasi kita di wilayah. Kalau sebelumnya Korwilcambidik berdasarkan satu kecamatan, sekarang satu Korwildik membawahi tiga kecamatan,” kata Wawan, Senin (5/10/2026).
10 Korwildik Membawahi 950 SD
Dalam skema baru tersebut, Disdikbud Karawang membentuk 10 Korwildik untuk menangani koordinasi 950 sekolah dasar (SD) yang tersebar di 30 kecamatan.
Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan wilayah geografis dan jumlah satuan pendidikan.
Berikut pembagiannya:
Korwildik I
Karawang Barat, Telukjambe Timur dan Rawamerta dengan total 116 SD.
Korwildik II
Karawang Timur, Majalaya dan Telagasari dengan total 93 SD.
Korwildik III
Telukjambe Barat, Pangkalan dan Tegalwaru dengan total 81 SD.
Korwildik IV
Klari, Purwasari dan Ciampel dengan total 99 SD.
Korwildik V
Cikampek, Kotabaru dan Tirtamulya dengan total 100 SD.
Korwildik VI
Jatisari, Banyusari dan Cilamaya Wetan dengan total 90 SD.
Korwildik VII
Cilamaya Kulon, Lemahabang dan Tempuran dengan total 94 SD.
Korwildik VIII
Rengasdengklok, Kutawaluya dan Jayakerta dengan total 93 SD.
Korwildik IX
Cibuaya, Pedes dan Cilebar dengan total 92 SD.
Korwildik X
Pakisjaya, Batujaya dan Tirtajaya dengan total 92 SD.
Dengan pembagian tersebut, setiap Korwildik memiliki beban koordinasi yang berbeda, mulai dari 81 hingga 116 sekolah.
Bukan Sekadar Perubahan Nomenklatur
Disdikbud Karawang menegaskan Korwildik tidak hanya berfungsi sebagai perpanjangan tangan dinas dalam menyampaikan kebijakan kepada sekolah.
Korwildik juga memiliki peran dalam pembinaan, pemantauan dan penyampaian informasi mengenai persoalan pendidikan yang terjadi di lapangan.
“Korwildik ini menjadi kepanjangan tangan dinas di wilayah. Bukan hanya dalam hal koordinasi, tetapi juga bagaimana pembinaan dan komunikasi dengan satuan pendidikan bisa berjalan dengan baik,” ujar Wawan.
Menurutnya, karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah tidak sama. Karena itu, Disdikbud membutuhkan sistem koordinasi yang mampu mempercepat arus informasi antara sekolah dengan dinas.
“Setiap wilayah tentu memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Dengan adanya Korwildik, informasi dari sekolah bisa lebih cepat disampaikan sehingga ketika ada persoalan atau kebutuhan yang perlu dikoordinasikan dengan dinas, prosesnya bisa lebih cepat,” katanya.
Komunikasi Dua Arah
Wawan menekankan pola baru tersebut harus membangun komunikasi dua arah.
Artinya, Korwildik tidak hanya menjadi saluran penyampaian kebijakan dari Disdikbud kepada sekolah. Persoalan yang muncul di tingkat satuan pendidikan juga harus dapat disampaikan kembali kepada dinas.
“Kita ingin komunikasi antara dinas, Korwildik dan sekolah berjalan dua arah. Jadi bukan hanya kebijakan yang disampaikan dari atas, tetapi kondisi dan persoalan di lapangan juga harus bisa disampaikan kembali kepada dinas,” tegasnya.
Penerapan sistem baru ini diharapkan membuat pembinaan terhadap 950 SD di 30 kecamatan menjadi lebih terarah.
Disdikbud juga berharap keberadaan Korwildik mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kebutuhan sekolah, pembinaan tenaga pendidik hingga pelaksanaan program pendidikan di wilayah.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh sekolah mendapatkan pembinaan dan perhatian yang proporsional. Ketika ada kendala di sekolah, kita ingin persoalan itu cepat diketahui, dikoordinasikan dan dicari penyelesaiannya,” pungkas Wawan.
Laporan: Joko Kusumah








