Polemik BUMDes Kutaampel, Sejumlah Program Usaha Diduga Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik BUMDes Kutaampel kini jadi sorotan publik, mulai dari pengelolaan aset, program usaha, hingga desakan audit menyeluruh demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Polemik BUMDes Kutaampel kini jadi sorotan publik, mulai dari pengelolaan aset, program usaha, hingga desakan audit menyeluruh demi menjaga kepercayaan masyarakat.

KARAWANG | GEMPAR.co – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah program usaha yang dibiayai melalui penyertaan modal desa sejak 2023 hingga 2025 diduga menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ketidakjelasan aset hingga konflik kerja sama usaha.

BUMDes yang sebelumnya bernama BUMDes Bintang Muda kemudian berganti nama menjadi BUMDes Bersika setelah pergantian kepala desa dan kepengurusan. Namun, pergantian pengurus disebut tidak disertai proses serah terima jabatan secara terbuka dan terdokumentasi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait keberadaan aset, dokumen administrasi, hingga sisa modal usaha yang pernah dikelola pengurus sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 2023 pemerintah desa mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp 20 juta untuk usaha balon mainan yang ditujukan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui pasar malam. Akan tetapi, usaha tersebut kini tidak lagi berjalan dan belum diketahui hasil pengelolaannya secara jelas.

Pada 2024, pemerintah desa kembali mengalokasikan modal sebesar Rp 25 juta untuk pengadaan satu unit mobil pickup melalui skema gadai guna menunjang operasional usaha. Namun, keberadaan dan pengelolaan aset tersebut kini dipertanyakan warga.

Sementara pada 2025, pemerintah desa mengucurkan penyertaan modal sebesar Rp 275,25 juta untuk program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes. Program tersebut diduga diwarnai persoalan pengelolaan, mulai dari sewa lahan hingga manajemen usaha.

Selain itu, terdapat pula program ternak ayam kampung dengan nilai penyertaan modal sebesar Rp 110 juta. Program tersebut menghadapi persoalan setelah muncul konflik antara pengelola dan mitra usaha terkait pelaksanaan kerja sama. Hingga kini, persoalan tersebut disebut belum menemukan penyelesaian.

Warga menilai berbagai persoalan itu perlu mendapat perhatian serius karena BUMDes seharusnya menjadi instrumen penguatan ekonomi desa, bukan justru menimbulkan persoalan baru dalam pengelolaan dana desa.

Desakan Audit dan Transparansi

Masyarakat mendorong adanya audit serta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program usaha BUMDes Kutaampel, termasuk penelusuran aset sejak masih menggunakan nama BUMDes Bintang Muda.

Selain itu, warga meminta pemerintah desa dan pengurus BUMDes membuka laporan pengelolaan usaha secara transparan agar penggunaan dana desa dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pengamat tata kelola desa menilai pergantian kepengurusan BUMDes seharusnya dilakukan melalui mekanisme serah terima yang jelas agar seluruh aset dan administrasi dapat dipastikan keberadaannya.

Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran administrasi maupun kerugian keuangan desa, aparat terkait dinilai perlu melakukan langkah penelusuran dan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Laporan: Tim Redaksi
Editor: Redaksi KOMPAS.com

Berita Terkait

Rokok Ilegal Diduga Dijual Bebas di ATM BRI Link Payung Sari
Buruh Perusahaan Kue Mengeluh, Warga Desak Disnaker Lakukan Pemeriksaan
KMP Desak Inspektorat Audit Proyek PLTS Puskesmas di Purwakarta
KCD Wilayah IV Belum Klarifikasi Hasil Verifikasi Dugaan Ketidaksesuaian Data di SMKS Karawang
Proyek Pemasangan Tiang dan Kabel Optik di Jalan Raya Rengasdengklok–Batujaya Diduga Tak Berizin
Dugaan Penipuan Rekrutmen RSUD Rengasdengklok, Nama Oknum Kapus Kalangsari Terseret

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:50 WIB

Rokok Ilegal Diduga Dijual Bebas di ATM BRI Link Payung Sari

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:28 WIB

Buruh Perusahaan Kue Mengeluh, Warga Desak Disnaker Lakukan Pemeriksaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:39 WIB

KMP Desak Inspektorat Audit Proyek PLTS Puskesmas di Purwakarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:29 WIB

KCD Wilayah IV Belum Klarifikasi Hasil Verifikasi Dugaan Ketidaksesuaian Data di SMKS Karawang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:34 WIB

Polemik BUMDes Kutaampel, Sejumlah Program Usaha Diduga Bermasalah

Berita Terbaru

Peredaran rokok ilegal diduga masih bebas diperjualbelikan di salah satu gerai ATM BRI Link di wilayah Kabupaten Karawang. Praktik ini dinilai merugikan negara karena tidak membayar cukai resmi serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Laporan Khusus

Rokok Ilegal Diduga Dijual Bebas di ATM BRI Link Payung Sari

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:50 WIB

KMP mendesak Inspektorat Daerah Kabupaten Purwakarta melakukan audit substantif terhadap proyek PLTS di sejumlah puskesmas.

Laporan Khusus

KMP Desak Inspektorat Audit Proyek PLTS Puskesmas di Purwakarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:39 WIB