MAKI Sebut Ada Pejabat BGN Kuasai 20 SPPG, Siap Laporkan ke Kejagung

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengklaim telah mengantongi bukti adanya pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga menguasai lebih dari 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengklaim telah mengantongi bukti adanya pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga menguasai lebih dari 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

JAKARTA | GEMPAR.CO – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengaku mengantongi bukti dugaan keterlibatan seorang pejabat tinggi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut memiliki lebih dari 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyatakan pihaknya akan melaporkan temuan tersebut secara resmi kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk ditindaklanjuti dalam pengembangan penyidikan dugaan korupsi program MBG.

Menurut Boyamin, pejabat yang memiliki fungsi pengawasan di lingkungan BGN tidak semestinya terlibat secara langsung dalam pengelolaan maupun kepemilikan SPPG karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Pejabat yang memiliki kewenangan pengawasan seharusnya memastikan program berjalan sesuai aturan. Jika justru terlibat dalam pengelolaan dapur umum, maka muncul potensi benturan kepentingan yang harus ditelusuri aparat penegak hukum,” ujar Boyamin dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG sudah terjadi sejak tahap awal. Karena itu, MAKI meminta penyidik tidak berhenti pada penetapan tiga tersangka yang telah diumumkan sebelumnya.

Boyamin mendesak Kejaksaan Agung untuk memperluas penyidikan dengan menelusuri dugaan keterlibatan pejabat lain yang diduga memperoleh keuntungan dari pengelolaan puluhan SPPG tersebut.

Menurutnya, seseorang yang bertugas mengawasi jalannya program seharusnya menjadi pihak yang mencegah terjadinya penyimpangan, bukan justru diduga terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

MAKI mengklaim telah mengumpulkan data terkait identitas pejabat dimaksud, termasuk lokasi SPPG yang diduga terafiliasi dengan yang bersangkutan. Seluruh informasi itu, kata Boyamin, akan diserahkan kepada penyidik sebagai bahan pendalaman.

“Kami akan menyampaikan laporan resmi berikut nama, jabatan, dan data pendukung lainnya agar aparat penegak hukum dapat melakukan verifikasi secara menyeluruh,” katanya.

Lebih lanjut, Boyamin berharap Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti laporan tersebut apabila ditemukan bukti yang cukup untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan lanjutan.

Ia juga menegaskan MAKI akan terus mengawal proses penanganan kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis agar berjalan transparan dan akuntabel.

Apabila laporan tersebut tidak ditindaklanjuti, MAKI membuka kemungkinan menempuh jalur hukum melalui gugatan praperadilan guna menguji langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait tudingan adanya pejabat yang diduga menguasai lebih dari 20 SPPG sebagaimana disampaikan MAKI.

Kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan program MBG saat ini masih menjadi perhatian publik setelah penyidik Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah tersangka dan terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.


Laporan: Dani Sofyan 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru

Mahfud MD dorong penelusuran dokumen dan peran KPU dalam polemik ijazah Gibran.

Laporan Khusus

Polemik Ijazah Gibran: Mahfud Dorong Penelusuran Dokumen dan Peran KPU

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:26 WIB

Perselisihan Kepala DLH Bekasi dengan wartawan berujung laporan polisi dan memicu sorotan insan pers.

Laporan Khusus

Perselisihan Kepala DLH Bekasi dengan Wartawan Berujung Laporan Polisi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:22 WIB