PURWAKARTA | GEMPAR.CO – Sebuah lubang di Jalan Raya Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengakibatkan kecelakaan tunggal yang melukai satu keluarga pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Burhan (27) mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan membonceng istrinya, Ulpa (27), dan putri mereka yang masih berusia dua tahun, Citra. Saat melintas di ruas jalan tersebut, motor yang mereka tumpangi terperosok ke lubang di badan jalan hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Benturan keras membuat ketiganya mengalami luka-luka. Warga yang berada di sekitar lokasi segera menghampiri dan memberikan pertolongan.
“Jalannya banyak lubang besar. Saat kondisi mulai gelap, pengendara sulit melihat. Motor yang ditumpangi sekeluarga itu langsung terperosok,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Warga kemudian mengevakuasi Burhan, Ulpa, dan Citra ke RS Amira Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti kondisi Jalan Raya Desa Citalang yang rusak di sejumlah titik. Warga mengaku kerap melihat pengendara mengurangi kecepatan atau bermanuver untuk menghindari lubang yang tersebar di badan jalan.
Menurut warga, kondisi jalan menjadi lebih berbahaya saat sore hingga malam hari karena jarak pandang pengendara berkurang. Pengendara yang tidak mengenal medan jalan berisiko terjebak lubang, terutama ketika lalu lintas sedang ramai.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Jangan sampai ada korban lagi,” kata warga lainnya.
Hingga Senin malam, Satlantas Polres Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sementara itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan instansi terkait segera memperbaiki ruas jalan yang berlubang. Mereka menilai perbaikan jalan mendesak dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjamin keselamatan pengguna jalan.
Kecelakaan yang menimpa keluarga Burhan menambah daftar insiden lalu lintas yang diduga dipicu oleh kerusakan infrastruktur jalan. Warga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang agar kerusakan jalan tidak kembali memakan korban.
Laporan: Heri Juhaeri












