BEKASI | GEMPAR.CO – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026, Hj. Nurhasanah, S.Pd.I. mengajak masyarakat menentukan pilihan secara cerdas, rasional, dan berdasarkan visi serta program yang ditawarkan para calon.
Menurut Hj. Nurhasanah, Pilkades bukan sekadar momentum memilih sosok yang akan menduduki jabatan kepala desa. Lebih dari itu, pesta demokrasi tingkat desa tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan Desa Karangpatri ke depan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat yang menginginkan perubahan untuk menjadikan Pilkades sebagai momentum memperkuat persatuan sekaligus mendorong lahirnya pemerintahan desa yang terbuka, amanah, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh warga Desa Karangpatri untuk menggunakan hak pilih dengan hati nurani. Jika masyarakat menginginkan perubahan, mari kita bersama-sama memilih pemimpin yang siap bekerja, mendengarkan aspirasi warga, dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Hj. Nurhasanah.
Mengusung Pemerintahan Transparan dan Pelayanan Berkualitas
Dalam kontestasi Pilkades Karangpatri, Hj. Nurhasanah membawa visi:
“Terwujudnya Desa Karangpatri yang Maju, Sejahtera, Religius, Transparan, dan Berdaya Saing melalui pemerintahan desa yang amanah, pelayanan yang berkualitas, serta pembangunan yang merata dan berkelanjutan.”
Visi tersebut menjadi dasar bagi sejumlah program yang menurutnya akan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di sektor pelayanan publik, ia berkomitmen mendorong pelayanan administrasi desa yang cepat, mudah, transparan, dan responsif. Tata kelola pemerintahan juga menjadi salah satu perhatian utama dengan mengedepankan keterbukaan, akuntabilitas, serta pengelolaan pemerintahan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pada sektor ekonomi, Hj. Nurhasanah menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas. Penguatan UMKM, sektor pertanian, serta pengembangan potensi ekonomi lokal dinilai penting untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara dalam bidang pembangunan, pemerataan infrastruktur menjadi bagian dari agenda yang ditawarkan. Perbaikan jalan desa, saluran irigasi, fasilitas umum, serta sarana lingkungan akan diarahkan berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, kepemudaan, serta perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan juga harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan desa.
Meminta Dukungan Tanpa Memecah Persaudaraan
Hj. Nurhasanah menegaskan bahwa dukungan politik dalam Pilkades seharusnya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan.
Ia meminta para pendukungnya tetap menghormati perbedaan pilihan dan menjaga suasana demokrasi agar berlangsung aman, tertib, serta bermartabat.
“Bapak dan ibu warga Karangpatri, pada tanggal 20 September 2026 mari kita datang ke tempat pemungutan suara dan gunakan hak pilih kita. Tentukan pilihan dengan hati nurani. Jika percaya bahwa Karangpatri membutuhkan perubahan, saya memohon doa dan dukungan untuk bersama-sama mewujudkannya,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kontestasi politik desa memiliki batas waktu, sedangkan hubungan sosial dan persaudaraan antarwarga akan terus berlangsung.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menerima hasil Pilkades dengan sikap dewasa dan tetap menjaga persatuan setelah proses pemungutan suara selesai.
“Pilkades hanya berlangsung satu tahapan, tetapi persaudaraan kita sebagai warga Karangpatri harus berlangsung selamanya. Mari berbeda pilihan tanpa bermusuhan dan bersama-sama membangun desa,” ujarnya.
Satukan Tekad untuk Karangpatri
Hj. Nurhasanah berharap masyarakat tidak hanya mempertimbangkan figur calon, tetapi juga mencermati visi, misi, rekam jejak, kemampuan, serta program yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan.
Ia meyakini pembangunan Desa Karangpatri membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, sehingga kepala desa terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik.
Dengan mengusung semangat persatuan, pelayanan, transparansi, dan pemerataan pembangunan, Hj. Nurhasanah kembali meminta doa dan dukungan masyarakat Karangpatri.
“Mari kita satukan tekad untuk Karangpatri yang lebih maju, sejahtera, religius, transparan, dan berdaya saing. Mohon doa dan dukungan masyarakat. Insya Allah, bersama-sama kita wujudkan perubahan yang nyata,” tutup Hj. Nurhasanah.
Laporan: Aceng Sobari









