NAMA Ngatiyana menjadi salah satu figur yang cukup dikenal dalam dinamika politik Kota Cimahi. Berangkat dari latar belakang militer, Ngatiyana berhasil menapaki perjalanan panjang hingga dipercaya memimpin Kota Cimahi sebagai wali kota.
Lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 5 Juli 1961, Ngatiyana mengawali perjalanan hidupnya dari lingkungan sederhana. Ia menempuh pendidikan di SDN Panggang 1, SMP Kanisius Bersubsidi, hingga STM Negeri 2 Yogyakarta sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung.
Kariernya dimulai di dunia militer setelah bergabung dengan TNI Angkatan Darat pada 1983. Selama lebih dari tiga dekade, Ngatiyana mengemban berbagai tugas strategis di lingkungan TNI AD dan pensiun dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol). Dalam perjalanan pengabdiannya, ia juga pernah dipercaya menjadi ajudan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan.
Setelah pensiun dari dunia militer pada 2017, Ngatiyana memutuskan terjun ke dunia politik. Langkah politik pertamanya dimulai ketika maju sebagai calon Wakil Wali Kota Cimahi mendampingi Ajay Muhammad Priatna dalam Pilkada Cimahi 2017. Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi dan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi periode 2017–2022.
Perjalanan politik Ngatiyana memasuki babak penting pada akhir 2020. Setelah Ajay Muhammad Priatna terjerat operasi tangkap tangan KPK, Ngatiyana ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Jabatan tersebut diembannya sejak 28 November 2020.
Kepemimpinannya kemudian berlanjut ketika Pemerintah secara resmi melantiknya sebagai Wali Kota Cimahi definitif pada 16 Agustus 2022 untuk menyelesaikan sisa masa jabatan hasil Pilkada 2017.
Pada Pilkada 2024, Ngatiyana kembali maju dalam kontestasi politik dengan menggandeng Adhitia Yudisthira. Pasangan tersebut berhasil meraih 121.108 suara atau sekitar 41,71 persen suara sah dan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Cimahi 2024. Keduanya kemudian dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025.
Dalam kepemimpinannya, Ngatiyana mengusung visi “Cimahi Mantap”, yang menitikberatkan pada pembangunan kota yang maju, nyaman, aman, produktif, dan berkelanjutan. Sejumlah isu seperti penanganan sampah, perbaikan drainase, pelayanan publik, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi fokus pemerintahannya.
Perjalanan Ngatiyana dari seorang prajurit TNI hingga menjadi orang nomor satu di Kota Cimahi menjadi gambaran transformasi karier yang dibangun melalui pengalaman militer, birokrasi, dan politik lokal. Dengan pengalaman tersebut, ia kini memimpin Kota Cimahi dalam periode keduanya dengan berbagai tantangan pembangunan perkotaan yang terus berkembang.
Editor: Redaksi GEMPAR.CO












