BEKASI | GEMPAR.CO – Perhatian kepada sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Kehadiran secara langsung, mendengarkan, dan membantu sesuai kemampuan dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Hal itu dilakukan Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPD Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., saat menyambangi Yadi, warga penyandang disabilitas di Kampung Gili-Gili, RT 002/RW 006, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (3/10/2026).
Ahmad datang bersama Ketua RT setempat dan membawa bantuan sembako untuk Yadi beserta keluarganya.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad juga didampingi H. Najib, Direktur PT RCU Cikarang, dan Iman Sahroni, Pj. Kepala Desa Bantarsari.
Melihat Kondisi Secara Langsung
Bagi Ahmad, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi momentum untuk menyerahkan bantuan. Ia ingin melihat secara langsung kondisi Yadi dan keluarganya serta memahami kebutuhan mereka.
Ahmad mengatakan, membantu masyarakat yang berada dalam kondisi sulit merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
“Ini merupakan tugas dan kewajiban kita sebagai manusia untuk saling membantu, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian,” ujar Ahmad.
Menurutnya, dukungan kepada warga yang membutuhkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, organisasi, serta berbagai unsur lainnya dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memperhatikan mereka. Mari kita bersama-sama memberikan perhatian kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan,” katanya.
Bantuan yang Berarti
Yadi dan keluarganya menyambut kedatangan tersebut dengan rasa syukur. Mereka menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan meluangkan waktu untuk datang secara langsung.
Bantuan sembako yang diberikan memang sederhana. Namun, bagi keluarga penerima, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi keterbatasan.
Lebih dari bantuan materi, pertemuan tersebut memperlihatkan pentingnya membangun solidaritas di tengah masyarakat. Penyandang disabilitas merupakan bagian dari kehidupan sosial yang memiliki hak untuk memperoleh kesempatan, dukungan, dan perlakuan yang setara.
Karena itu, perhatian terhadap kelompok yang membutuhkan tidak seharusnya berhenti pada satu kegiatan. Dukungan dapat terus dibangun melalui lingkungan keluarga, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi sosial.
Kunjungan ke rumah Yadi menjadi gambaran sederhana bahwa aksi sosial dapat dimulai dari langkah yang dekat dan nyata: datang, melihat kondisi secara langsung, kemudian membantu sesuai kemampuan.
Bantuan bukan semata-mata terletak pada jumlahnya. Kehadiran dan ketulusan untuk berbagi juga menjadi bagian penting dalam membangun rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
Laporan: Riki Bahtiar








