Diduga Gunakan Besi di Bawah Spesifikasi, Selisih Hasil Pengukuran Proyek SMPN 1 Rawamerta Jadi Sorotan

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan besi begel terukur 6,8 mm dan besi utama sloof 10,17 mm, berbeda dari ukuran yang disebutkan pekerja, yakni 8 mm dan 12 mm. Temuan tersebut memunculkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek rehabilitasi SMPN 1 Rawamerta senilai Rp544,799 juta.

Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan besi begel terukur 6,8 mm dan besi utama sloof 10,17 mm, berbeda dari ukuran yang disebutkan pekerja, yakni 8 mm dan 12 mm. Temuan tersebut memunculkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek rehabilitasi SMPN 1 Rawamerta senilai Rp544,799 juta.

KARAWANG | GEMPAR.CO – Dugaan penggunaan material besi yang tidak sesuai spesifikasi mencuat pada proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 1 Rawamerta, Kabupaten Karawang. Proyek senilai Rp544.799.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 itu kini menjadi sorotan setelah ditemukan selisih ukuran material besi berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan.

Saat melakukan peninjauan, awak media mendapati keterangan dari salah seorang pekerja yang menyebutkan bahwa besi utama sloof menggunakan diameter 12 milimeter, sedangkan besi cincin (begel) berdiameter 8 milimeter.

Namun, ketika dilakukan pengukuran menggunakan jangka sorong (sigmat) terhadap material yang berada di lokasi pekerjaan, hasilnya menunjukkan ukuran yang berbeda.

Besi cincin yang disebut berdiameter 8 milimeter hanya terukur sekitar 6,8 milimeter atau terdapat selisih sekitar 1,2 milimeter. Sementara besi utama yang disebut berdiameter 12 milimeter terukur sekitar 10,17 milimeter atau lebih kecil sekitar 1,83 milimeter dari ukuran yang disebutkan pekerja.

Selisih ukuran tersebut menjadi perhatian karena diameter tulangan merupakan salah satu komponen utama dalam pekerjaan struktur beton bertulang. Apabila material yang digunakan memang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak, maka kondisi tersebut berpotensi memengaruhi volume baja tulangan dan menjadi objek evaluasi oleh pihak yang berwenang.

Temuan di lapangan tidak berhenti pada material. Awak media juga mendapati sejumlah pekerja masih beraktivitas tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, meskipun di area proyek telah dipasang papan bertuliskan “Safety First”.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, baik dari aspek mutu pekerjaan maupun kepatuhan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mengingat proyek ini menggunakan anggaran negara, publik berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan teknis, termasuk menguji kesesuaian diameter tulangan dengan spesifikasi kontrak, sehingga tidak menimbulkan polemik mengenai kualitas hasil pekerjaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Perkasa Utama Abadi selaku pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil pengukuran material maupun dugaan pelanggaran K3. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Laporan: Joko Kusumah

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Proyek Rehabilitasi SDN 2 Puspasari Karawang Tuai Sorotan, Material Atap Dipertanyakan
Bupati Karawang Gratiskan LKS, Orang Tua Siswa Kini Tak Perlu Lagi Keluarkan Biaya Tambahan
Meski Ada Surat Edaran, Paket PSAS Masih Dijual di SMPN 1 Tirtajaya, Orang Tua Mengeluh
LKS Gratis untuk Siswa SD-SMP di Karawang: Dari Mana Sumber Anggarannya? APBD, Dana BOS, atau Skema Lain?
Karawang Siapkan Lahan 7 Hektare di Tegalwaru untuk Pembangunan Sekolah Rakyat
SPMB Jabar Tahap 1 Dikeluhkan, Disdik Tutup Sementara Pendaftaran
Al Fiqri Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru untuk Seluruh Jenjang Pendidikan
SPMB Dinilai Membingungkan, Humas SMAN 1 Rengasdengklok Akui Sekolah Kesulitan Ikuti Perubahan Sistem

Baca Juga

Minggu, 6 September 2026 - 04:37 WIB

Diduga Gunakan Besi di Bawah Spesifikasi, Selisih Hasil Pengukuran Proyek SMPN 1 Rawamerta Jadi Sorotan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Proyek Rehabilitasi SDN 2 Puspasari Karawang Tuai Sorotan, Material Atap Dipertanyakan

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01 WIB

Bupati Karawang Gratiskan LKS, Orang Tua Siswa Kini Tak Perlu Lagi Keluarkan Biaya Tambahan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Meski Ada Surat Edaran, Paket PSAS Masih Dijual di SMPN 1 Tirtajaya, Orang Tua Mengeluh

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:55 WIB

LKS Gratis untuk Siswa SD-SMP di Karawang: Dari Mana Sumber Anggarannya? APBD, Dana BOS, atau Skema Lain?

Update Terbaru