BANDUNG | GEMPAR.CO – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri di Jawa Barat memasuki tahapan penting. Mulai Senin (15/6/2026), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan resmi membuka pendaftaran SPMB Tahap I yang akan berlangsung hingga 19 Juni 2026.
Pembukaan tahap pertama ini dilakukan setelah berakhirnya proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), sebuah mekanisme baru yang diterapkan untuk membantu calon peserta didik mengetahui peluang diterima di sekolah tujuan berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditentukan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat sebelumnya menjelaskan bahwa sistem pemetaan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran objektif mengenai peluang penerimaan siswa berdasarkan jarak domisili, nilai rapor, prestasi akademik maupun nonakademik, jalur pendaftaran yang dipilih, serta ketersediaan kuota di sekolah tujuan.
Bagi calon murid yang belum menentukan sekolah pilihan maupun jalur pendaftaran, pemerintah mengimbau agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi guna menghindari kendala selama proses seleksi berlangsung.
Jadwal Penting SPMB Jabar Tahap I
Berdasarkan jadwal resmi yang telah ditetapkan, tahapan SPMB Tahap I meliputi:
- Registrasi: 15–19 Juni 2026
- Verifikasi dokumen dan masa sanggah: 15–19 Juni 2026
- Rapat dewan guru: 23 Juni 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 24 Juni 2026
- Daftar ulang: 26–29 Juni 2026
Tahapan tersebut berlaku untuk penerimaan peserta didik baru pada SMA dan SMK Negeri di seluruh wilayah Jawa Barat.
Masih Ada Kesempatan di Tahap II
Bagi calon peserta didik yang belum berhasil lolos pada Tahap I, Disdik Jabar masih membuka kesempatan melalui SPMB Tahap II yang dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026.
Jadwal Tahap II meliputi:
- Registrasi: 30 Juni–6 Juli 2026
- Verifikasi dokumen dan masa sanggah: 30 Juni–6 Juli 2026
- Rapat dewan guru: 8 Juli 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 10 Juli 2026
- Daftar ulang: 13–14 Juli 2026
Dengan dua tahapan seleksi tersebut, pemerintah berharap seluruh calon murid memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri.
Kuota Jalur Penerimaan SMA dan SMK
Untuk jenjang SMA Negeri, kuota penerimaan dibagi ke dalam empat jalur, yaitu:
- Jalur Domisili: 35 persen
- Jalur Prestasi: 30 persen
- Jalur Afirmasi: 30 persen
- Jalur Mutasi: 5 persen
Sementara pada jenjang SMK Negeri, komposisi kuota lebih menitikberatkan pada jalur prestasi, yakni:
- Jalur Prestasi: 55 persen
- Jalur Afirmasi: 30 persen
- Jalur Domisili Terdekat: 10 persen
- Jalur Mutasi: 5 persen
Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan ruang lebih besar bagi peserta didik yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik.
Persyaratan Setiap Jalur
Calon murid yang memilih jalur domisili wajib menyiapkan Kartu Keluarga yang telah diterbitkan minimal satu tahun sebelum pendaftaran, akta kelahiran, serta dokumen pendukung lainnya apabila terjadi perubahan data keluarga.
Untuk jalur prestasi, dokumen yang harus disiapkan antara lain nilai rapor semester 1 hingga semester 5, sertifikat prestasi, dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) khusus pendaftar SMA. Sementara peserta jalur prestasi SMK tidak diwajibkan mengikuti TKA.
Pada jalur mutasi, peserta harus melampirkan surat perpindahan tugas orang tua atau surat penugasan dari instansi terkait beserta dokumen pendukung lainnya.
Adapun jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, maupun peserta didik yang memiliki bakat istimewa dengan melampirkan bukti kepesertaan program bantuan sosial pemerintah dan dokumen pendukung lainnya.
Orang Tua Diminta Aktif Memantau Tahapan Seleksi
Dinas Pendidikan Jawa Barat mengingatkan para orang tua dan calon murid untuk terus memantau perkembangan proses SPMB serta memastikan seluruh dokumen telah diunggah dan diverifikasi sesuai ketentuan.
Keterlambatan registrasi maupun ketidaklengkapan berkas berpotensi menghambat proses seleksi dan mengurangi peluang diterima di sekolah negeri yang menjadi pilihan.
Dengan dimulainya pendaftaran Tahap I hari ini, calon murid dan orang tua diharapkan lebih cermat memperhatikan setiap tahapan agar proses penerimaan berjalan lancar dan transparan.
Laporan: Reza Maulana












