SUKABUMI | GEMPAR.CO – SMAN 2 Kota Sukabumi resmi ditunjuk sebagai salah satu sekolah penyelenggara program Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekolah yang berlokasi di Jalan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi itu menjadi bagian dari 41 sekolah unggulan di Jawa Barat yang dipercaya menjalankan program tersebut.
Pendaftaran peserta didik baru program Sekolah Maung telah dibuka sejak 25 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 29 Mei 2026. Berbeda dengan sistem penerimaan reguler, proses seleksi program ini dilaksanakan lebih awal dengan skema tanpa zonasi, sehingga seluruh lulusan SMP di Jawa Barat memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.
Humas SPMB SMAN 2 Kota Sukabumi, Shanny Santosa Wijaya, mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang guna mendukung kelancaran proses pendaftaran.
“Loket pendaftaran dan posko konsultasi bagi orang tua murid sudah kami operasikan sejak hari pertama pembukaan,” ujarnya.
Menurut Shanny, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pembukaan pendaftaran, termasuk sosialisasi bersama kepala sekolah, bidang kesiswaan, hingga operator SMP di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung cukup tinggi karena tidak menerapkan sistem zonasi geografis yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian calon peserta didik.
Selain itu, pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengantisipasi dinamika pelaksanaan di lapangan, termasuk penyesuaian petunjuk teknis (juknis).
Meski peminat cukup besar, daya tampung Sekolah Maung di SMAN 2 Kota Sukabumi terbilang terbatas. Sekolah hanya menyediakan kuota maksimal 384 siswa yang akan dibagi ke dalam 12 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 32 siswa per kelas.
Adapun sistem seleksi dibagi ke dalam tiga jalur utama. Jalur Potensi Akademik mendapat alokasi 10 persen dengan penilaian berbasis Tes Potensi Akademik serta syarat IQ minimal 130, kreativitas tinggi, dan komitmen belajar yang kuat.
Sementara Jalur Kompetensi Akademik menjadi jalur terbesar dengan kuota 70 persen. Penilaian dilakukan melalui gabungan nilai rapor, Tes Kemampuan Akademik, serta rekam jejak prestasi akademik siswa.
Sedangkan Jalur Kompetensi Non-Akademik memperoleh kuota 20 persen bagi calon siswa yang memiliki kemampuan di bidang olahraga, seni, keagamaan, bahasa, maupun pengalaman organisasi seperti OSIS dan Pramuka.
Program Sekolah Maung juga menawarkan sistem pembelajaran terpadu yang memadukan Kurikulum Nasional, Kurikulum Internasional, dan Kurikulum Keahlian.
“Sebelum kegiatan belajar dimulai, para guru akan melakukan asesmen awal untuk memetakan kompetensi dasar, karakter, dan kebutuhan masing-masing siswa agar metode pembelajaran lebih efektif,” tambah Shanny.
Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, panitia sempat menghadapi kendala teknis akibat tingginya jumlah akses ke server pusat sehingga sistem mengalami gangguan sementara.
Pendaftaran Sekolah Maung dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun langsung di sekolah. Tahapan uji kompetensi dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026, pengumuman hasil seleksi pada 8 Juni 2026, serta daftar ulang peserta yang lolos pada 9 hingga 10 Juni 2026.
Laporan: Wawan Hermawan
Editor: Redaksi GEMPAR.CO












