BANDUNG | GEMPAR.CO – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Jawa Barat Tahun 2026 Tahap 1 kembali menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah calon peserta didik dan orang tua murid mengaku mengalami kendala saat mengakses laman pendaftaran yang dibuka sejak 15 Juni 2026.
SPMB Tahap 1 diperuntukkan bagi calon murid yang belum lolos dalam proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Sesuai jadwal, proses pendaftaran serta verifikasi dan validasi dokumen berlangsung hingga 19 Juni 2026.
Namun, pada hari kedua pelaksanaan, banyak pendaftar mengeluhkan tidak dapat mengakses sistem. Sebagian bahkan mengaku status pendaftaran yang sebelumnya telah masuk tahap verifikasi berubah kembali menjadi “belum terpetakan”.
Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial resmi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan kejelasan sistem yang dinilai membingungkan dan tidak memberikan informasi yang memadai.
Selain kesulitan mengakses laman pendaftaran, sebagian pengguna mengaku data yang sebelumnya telah tersimpan tiba-tiba tidak dapat ditemukan kembali saat melakukan pengecekan.
Pantauan pada laman resmi SPMB Jawa Barat menunjukkan status registrasi dan verifikasi yang sebelumnya bertuliskan “sedang dimulai” berubah menjadi “ditutup sementara”. Kondisi tersebut memicu kebingungan di kalangan masyarakat yang tengah mengikuti proses seleksi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa penutupan sementara dilakukan karena bertepatan dengan Hari Libur Nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
“Pendaftaran dibuka tanggal 15, kemudian dilanjutkan kembali pada 17, 18, dan 19 Juni. Tanggal 16 Juni merupakan hari libur sesuai jadwal,” ujar Purwanto saat dikonfirmasi.
Disdik Jabar memastikan proses SPMB Tahap 1 akan kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui portal SPMB Jawa Barat dan kanal komunikasi resmi Disdik Jabar guna menghindari kesalahpahaman.
Adapun setelah tahapan pendaftaran dan verifikasi selesai, proses akan dilanjutkan dengan uji kompetensi dan penanganan masalah pada 22 Juni, rapat dewan guru pada 23 Juni, koordinasi kepala sekolah dengan cabang dinas pada 24 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 25 Juni, serta daftar ulang pada 26 dan 29 Juni 2026.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah orang tua murid masih berharap adanya peningkatan stabilitas sistem agar proses penerimaan peserta didik baru dapat berjalan lebih lancar dan transparan.
Laporan: Reza Maulana












