Komisi III DPR Tetapkan 13 Tindak Pidana dalam RUU Perampasan Aset

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption:
Komisi III DPR RI membahas RUU Perampasan Aset yang memuat 13 jenis tindak pidana sebagai objek perampasan aset.

Caption: Komisi III DPR RI membahas RUU Perampasan Aset yang memuat 13 jenis tindak pidana sebagai objek perampasan aset.

JAKARTA | GEMPAR.CO – Komisi III DPR RI resmi memasukkan 13 jenis tindak pidana yang dapat dikenai mekanisme perampasan aset dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Daftar tersebut disusun berdasarkan hasil riset, masukan para ahli hukum, dan perbandingan dengan regulasi di sejumlah negara.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset difokuskan pada tindak pidana yang bermotif ekonomi, merugikan negara maupun masyarakat luas, serta memiliki tingkat keseriusan tinggi dan berdampak signifikan terhadap publik.

Menurut Habiburokhman, pembatasan ruang lingkup tindak pidana dilakukan agar penerapan perampasan aset tetap efektif, proporsional, berkeadilan, dan tidak menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

“Komisi III DPR RI melakukan riset dan pendalaman terhadap jenis-jenis tindak pidana yang diatur dalam RUU ini. Masukan dari masyarakat dan para ahli menjadi dasar dalam penyusunan RUU yang partisipatif dan komprehensif,” ujar Habiburokhman.

Ia menjelaskan, Komisi III juga mempelajari praktik perampasan aset tanpa putusan pidana (non-conviction based asset forfeiture) yang diterapkan di sejumlah negara seperti Selandia Baru, Singapura, Italia, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Belanda, Swiss, Filipina, Paraguay, dan Uruguay. Negara-negara tersebut umumnya menerapkan mekanisme tersebut hanya untuk kejahatan serius yang menghasilkan keuntungan ekonomi besar.

Daftar 13 Tindak Pidana yang Dapat Dikenai Perampasan Aset

Komisi III DPR RI memasukkan 13 tindak pidana berikut dalam draf RUU Perampasan Aset:

  1. Tindak pidana korupsi.
  2. Tindak pidana narkotika dan psikotropika.
  3. Tindak pidana terorisme.
  4. Tindak pidana penyelundupan manusia.
  5. Tindak pidana penyelundupan senjata, amunisi, dan bahan berbahaya.
  6. Tindak pidana di bidang kehutanan.
  7. Tindak pidana di bidang lingkungan hidup.
  8. Tindak pidana di bidang perpajakan.
  9. Tindak pidana di bidang perbankan.
  10. Tindak pidana di bidang perasuransian.
  11. Tindak pidana di bidang pertambangan.
  12. Tindak pidana di bidang kelautan dan perikanan.
  13. Tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Komitmen DPR Tuntaskan RUU

Komisi III DPR RI menyatakan pembahasan RUU Perampasan Aset akan terus menerima masukan dari masyarakat, akademisi, dan praktisi hukum sebelum disahkan menjadi undang-undang. DPR menargetkan regulasi ini menjadi instrumen penting untuk memulihkan aset hasil kejahatan dan memperkuat sistem penegakan hukum terhadap tindak pidana ekonomi di Indonesia.


Redaksi

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Tak Terima Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD hingga 2031
DPR Terima Aspirasi Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, Pilkades Diminta Disesuaikan Kondisi Daerah
DPRD Karawang Setujui KUA-PPAS 2027, APBD Masuk Tahap Pembahasan
Marak OTT Kepala Daerah, Sahroni Soroti Biaya Politik Tinggi sebagai Akar Korupsi
Dua Fraksi DPR Desak Hukuman Mati untuk Tersangka Kasus Eks Jampidsus, Panja Pengawasan Resmi Dibentuk
Dokumen Kesepakatan Pansus DPRD Bekasi Beredar, Praktisi Hukum Pertanyakan Etika dan Akuntabilitas Wakil Rakyat
DPRD Karawang Tetapkan Tiga Raperda Strategis, Bupati Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:58 WIB

MK Tak Terima Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD hingga 2031

Kamis, 10 September 2026 - 06:39 WIB

DPR Terima Aspirasi Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, Pilkades Diminta Disesuaikan Kondisi Daerah

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:30 WIB

Komisi III DPR Tetapkan 13 Tindak Pidana dalam RUU Perampasan Aset

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:43 WIB

DPRD Karawang Setujui KUA-PPAS 2027, APBD Masuk Tahap Pembahasan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:19 WIB

Marak OTT Kepala Daerah, Sahroni Soroti Biaya Politik Tinggi sebagai Akar Korupsi

Berita Terbaru