Sidak Komisi XIII di Lapas Cibinong, CCTV Ditemukan dan 13 Rumah Dinas Dipertanyakan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi XIII DPR RI sidak Lapas Cibinong, menyoroti CCTV dan status 13 rumah dinas.

Komisi XIII DPR RI sidak Lapas Cibinong, menyoroti CCTV dan status 13 rumah dinas.

BOGOR | GEMPAR.CO — Komisi XIII DPR RI melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (30/9/2026). Sidak tersebut bertujuan mencocokkan keterangan yang disampaikan dalam rapat sebelumnya dengan kondisi faktual di lapangan.

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menemukan CCTV di area rumah dinas. Temuan itu berbeda dengan keterangan Kepala Lapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto dalam rapat pada 28 September yang menyebut tidak ada CCTV di kawasan tersebut.

Perbedaan itu mendorong Komisi XIII meminta penjelasan mengenai siapa yang memasang CCTV, sejak kapan perangkat digunakan, apakah kamera berfungsi, serta apakah rekamannya masih tersedia.

Komisi XIII juga menyoroti 16 bangunan yang disebut sebagai rumah dinas. Dari jumlah tersebut, hanya tiga bangunan yang tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN), sedangkan 13 lainnya belum tercatat secara resmi.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul bangunan, sumber pembiayaan, dasar penggunaannya, serta pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan fasilitas tersebut.

Sidak Komisi XIII dilakukan setelah Ombudsman RI sebelumnya menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai tidak lazim di lingkungan Lapas Cibinong. Pemerintah kemudian melakukan pemeriksaan internal dan menonaktifkan sejumlah pejabat untuk kepentingan pemeriksaan.

Komisi XIII kini mendorong pencocokan antara dokumen, keterangan pejabat, dan kondisi lapangan. Hasil pemeriksaan diharapkan menjelaskan status bangunan, penggunaan fasilitas, sistem pengawasan, serta pihak yang bertanggung jawab atas setiap temuan.

Dengan demikian, fokus sidak bukan hanya keberadaan CCTV atau rumah dinas, tetapi memastikan kesesuaian antara keterangan resmi dengan fakta di lapangan.

Laporan: Redaksi

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forkopimcam Pebayuran Ucapkan HUT ke-81 TNI, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
PT Suzuki Indomobil Motor dan Harrosa Darma Nusantara Salurkan CSR di SMPN 1 Cikarang Pusat
Karsidi Serahkan Jabatan, Enon Maliasari Kini Pimpin Desa Karangpatri
Insentif Dapur MBG Diubah Menjadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober
Ratusan Wartawan FWSS Gelar Aksi di Kejari Kabupaten Sukabumi, Soroti Keterbukaan Informasi
Bupati Karawang Sampaikan Duka atas Kebakaran Hebat di Tokma Kosambi
Kasus Eks Jampidsus Memanas, Konferensi Pers Molor Berjam-jam Picu Tanda Tanya Publik

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Forkopimcam Pebayuran Ucapkan HUT ke-81 TNI, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:19 WIB

PT Suzuki Indomobil Motor dan Harrosa Darma Nusantara Salurkan CSR di SMPN 1 Cikarang Pusat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Karsidi Serahkan Jabatan, Enon Maliasari Kini Pimpin Desa Karangpatri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Insentif Dapur MBG Diubah Menjadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober

Berita Terbaru

Jaksa mengungkap dugaan penerimaan Rp203,46 miliar dalam perkara yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Dugaan Korupsi

Jaksa Ungkap Aliran Rp203,46 Miliar dalam Kasus Febrie Adriansyah

Sabtu, 10 Okt 2026 - 06:00 WIB