Wabup Cianjur Soroti Dugaan PKBM Tak Jalankan Fungsi Pendidikan dengan Benar

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Cianjur Abi Ramzi menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan melalui PKBM harus menjadi sarana mencerdaskan masyarakat, bukan sekadar tempat memperoleh ijazah.

Wabup Cianjur Abi Ramzi menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan melalui PKBM harus menjadi sarana mencerdaskan masyarakat, bukan sekadar tempat memperoleh ijazah.

CIANJUR | GEMPAR.CO – Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, menyoroti masih adanya dugaan praktik penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tidak berjalan sesuai fungsi pendidikan.

Menurut Abi Ramzi, PKBM seharusnya menjadi alternatif pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses sekolah formal, bukan sekadar tempat memperoleh ijazah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pelepasan peserta didik dan pentas seni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun Ajaran 2025–2026 di Yayasan PKBM Sarbini, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Senin (22/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini pelepasan, kelulusan, pentas seni. Hal-hal kebaikan sedang dilakukan di PKBM Sarbini. Saya hadir memberikan dukungan mewakili Pemerintah Kabupaten Cianjur,” kata Abi Ramzi.

Ia mengaku sempat memiliki pandangan negatif terhadap sebagian PKBM setelah menerima berbagai informasi dan berdiskusi dengan sejumlah pihak yang telah lama berkecimpung dalam pendidikan kesetaraan.

Menurut dia, terdapat indikasi adanya PKBM yang diduga tidak menjalankan proses pendidikan sebagaimana mestinya.

“Jujur saya sempat melihat data dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang sudah lama terlibat di PKBM. Banyak juga akhirnya PKBM yang modus,” ujarnya.

Meski demikian, setelah melihat langsung aktivitas pembelajaran di PKBM Sarbini, Abi Ramzi mengaku optimistis masih banyak lembaga pendidikan nonformal yang menjalankan fungsinya dengan baik.

“Ketika saya masuk ke PKBM Sarbini hari ini, Alhamdulillah ada rasa bangga dan optimistis. Mereka benar-benar niat membantu saudara-saudara kita dalam bidang pendidikan. Keren dan bagus,” katanya.

Abi Ramzi menegaskan, tujuan utama pendidikan adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada praktik penerbitan ijazah tanpa proses belajar yang sesuai ketentuan.

“Yang dibutuhkan itu ilmunya. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah, tiba-tiba ijazahnya keluar. Mudah-mudahan itu hanya prasangka saya, tetapi ke depan saya berharap seluruh PKBM tanpa terkecuali benar-benar lurus niatnya, tulus dan ikhlas menjadi alternatif lembaga pendidikan,” tuturnya.

Ia juga menilai pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan kesetaraan perlu terus diperkuat agar seluruh PKBM menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Pembina PKBM Sarbini, Indra Surya Pradana, mengatakan kegiatan pelepasan dan pentas seni merupakan bagian dari penutupan proses pembelajaran peserta didik yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun.

“Alhamdulillah hari ini PKBM Yayasan Sarbini melaksanakan pelepasan serta pentas seni mulai dari PAUD hingga pendidikan kesetaraan. Ini menjadi puncak kegiatan pembelajaran sekaligus penyerahan kelulusan kepada peserta didik,” kata Indra.

Ia menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2025–2026 sebanyak 132 peserta didik dinyatakan lulus dari program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Menurut Indra, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa pendidikan nonformal mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi setara dengan pendidikan formal.

“Harapan kami, pendidikan nonformal melalui PKBM dapat membuktikan kualitasnya dan setara dengan pendidikan formal. Pentas seni ini juga menjadi bukti bahwa para peserta didik mampu menunjukkan hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama ini,” ujarnya.


Laporan: Kusnadi 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

LKS Gratis Karawang Disorot, Jiji Makriji Pertanyakan Klaim Anggaran Rp7 Miliar
Disdik Jabar Terbitkan Surat Larangan Penjualan Seragam dan Buku di SMA/SMK/SLB Negeri
Polemik SPMB Jabar 2026 Belum Usai, Pengamat Desak Pemprov Beri Kepastian Kuota dan Skema Pembiayaan Sekolah Swasta
Benarkah Karawang Kekurangan SMP, atau Tata Kelola Pendidikan yang Perlu Dievaluasi?
SPMB Jawa Barat: Ketika Transparansi Menjadi Barang Langka
Anggaran Rp39 Miliar di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jadi Sorotan, Paket Berlabel Pengadaan Langsung Dipertanyakan
70 Ribu Siswa Berpotensi Tak Tertampung di Sekolah Negeri, Pemprov Jabar Siapkan Program Sekolah Swasta Gratis
Kabar Baik dari Kadisdik Jabar, 77 Ribu Calon Murid Tak Tertampung di Sekolah Negeri Digratiskan di Sekolah Swasta

Baca Juga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:40 WIB

LKS Gratis Karawang Disorot, Jiji Makriji Pertanyakan Klaim Anggaran Rp7 Miliar

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:39 WIB

Disdik Jabar Terbitkan Surat Larangan Penjualan Seragam dan Buku di SMA/SMK/SLB Negeri

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:35 WIB

Polemik SPMB Jabar 2026 Belum Usai, Pengamat Desak Pemprov Beri Kepastian Kuota dan Skema Pembiayaan Sekolah Swasta

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:33 WIB

Benarkah Karawang Kekurangan SMP, atau Tata Kelola Pendidikan yang Perlu Dievaluasi?

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:33 WIB

SPMB Jawa Barat: Ketika Transparansi Menjadi Barang Langka

Update Terbaru