Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati Mengapung di Sungai Irigasi Johar Karawang

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penemuan ribuan ikan mati yang mengambang di aliran Sungai Irigasi Johar, Kabupaten Karawang, memicu kekhawatiran warga terhadap dugaan pencemaran limbah.

Penemuan ribuan ikan mati yang mengambang di aliran Sungai Irigasi Johar, Kabupaten Karawang, memicu kekhawatiran warga terhadap dugaan pencemaran limbah.

KARAWANG | GEMPAR.CO – Warga di wilayah Johar, Kabupaten Karawang, dibuat resah dengan ditemukannya sejumlah ikan mati yang mengambang di aliran sungai irigasi pada Selasa (2/6/2026). Peristiwa tersebut memunculkan dugaan adanya pencemaran limbah yang masuk ke saluran irigasi dan berdampak terhadap ekosistem perairan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kematian ikan secara massal pertama kali diketahui warga setelah melihat banyak ikan mengapung di permukaan air. Fenomena itu kemudian menarik perhatian masyarakat sekitar, bahkan sebagian warga terlihat mengambil ikan yang mengambang menggunakan serokan dan peralatan seadanya.

Warga menduga kematian ikan terjadi akibat adanya zat pencemar yang masuk ke aliran sungai. Dugaan tersebut muncul karena jumlah ikan mati yang ditemukan cukup banyak dan terjadi secara mendadak dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Kalau memang ada limbah yang mencemari sungai, kami berharap segera dicari sumbernya dan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar salah seorang warga kepada GEMPAR.CO.

Selain menimbulkan kerugian terhadap ekosistem sungai, kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan aktivitas sehari-hari. Warga khawatir apabila dugaan pencemaran tersebut tidak segera ditangani, dampaknya dapat meluas dan mengganggu sektor pertanian yang bergantung pada pasokan air irigasi.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait untuk segera turun ke lokasi melakukan pemeriksaan menyeluruh. Warga mendesak agar dilakukan pengambilan sampel air guna memastikan penyebab kematian ikan serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kandungan limbah berbahaya di aliran sungai tersebut.

Pengamatan di lapangan menunjukkan sejumlah ikan mati masih terlihat mengambang di beberapa titik aliran irigasi. Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kematian ikan di sungai irigasi Johar. DLH Kabupaten Karawang maupun instansi terkait diharapkan segera melakukan investigasi guna memastikan ada atau tidaknya pencemaran limbah di lokasi tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kualitas lingkungan, khususnya pada aliran sungai dan saluran irigasi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Warga berharap hasil penyelidikan nantinya dapat mengungkap penyebab kejadian secara transparan serta memberikan kepastian hukum apabila ditemukan pelanggaran lingkungan.


Laporan: Tim Investigasi GEMPAR.CO

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Diduga Buang Limbah ke Drainase, Usaha Kuliner di Purwakarta Disorot
Diduga Ada Pembuangan Limbah Cair ke Selokan di Bandung Barat, Aparat Diminta Selidiki
KMP Soroti Pengawasan DLH Purwakarta terhadap PT San Fu Indonesia

Baca Juga

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:21 WIB

Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati Mengapung di Sungai Irigasi Johar Karawang

Senin, 25 Mei 2026 - 20:01 WIB

Diduga Buang Limbah ke Drainase, Usaha Kuliner di Purwakarta Disorot

Senin, 11 Mei 2026 - 16:50 WIB

Diduga Ada Pembuangan Limbah Cair ke Selokan di Bandung Barat, Aparat Diminta Selidiki

Senin, 11 Mei 2026 - 09:48 WIB

KMP Soroti Pengawasan DLH Purwakarta terhadap PT San Fu Indonesia

Update Terbaru