Hari Pertama SPMB Sekolah Maung di Purwakarta, Kadisdik Jabar Tekankan Integritas dan Transparansi

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPMB bukan sekadar proses penerimaan siswa baru, tetapi langkah awal membangun generasi unggul yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas. Kadisdik Jabar menegaskan seleksi Sekolah Maung harus berjalan transparan, objektif, dan bebas titipan.

SPMB bukan sekadar proses penerimaan siswa baru, tetapi langkah awal membangun generasi unggul yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas. Kadisdik Jabar menegaskan seleksi Sekolah Maung harus berjalan transparan, objektif, dan bebas titipan.

PURWAKARTA | GEMPAR.CO – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMAN 1 Purwakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam kunjungannya, Purwanto menegaskan pelaksanaan SPMB Maung harus berjalan dengan penuh integritas, transparansi, dan bebas dari praktik titipan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

“Kita ingin memastikan penyelenggaraan SPMB Maung berjalan dengan integritas dan transparansi sebagaimana arahan Pak Gubernur,” ujar Purwanto saat meninjau proses pendaftaran.

Ia memastikan pihak sekolah telah melakukan sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat, baik melalui SMP di sekitar wilayah sekolah maupun perangkat desa agar informasi penerimaan murid baru dapat diakses secara merata.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan SPMB berjalan objektif dan dipercaya publik.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme calon murid dan orang tua terlihat cukup tinggi. Sejumlah orang tua mengaku tertarik dengan konsep Sekolah Maung yang dinilai lebih menekankan pembentukan karakter dan kualitas pendidikan.

Salah satu orang tua calon murid, mengaku memilih Sekolah Maung karena menilai sistem pembinaan karakter di sekolah tersebut lebih baik dibandingkan sekolah reguler.

“Pembentukan karakter anaknya lebih bagus. Untuk menuju perguruan tinggi negeri juga lebih mudah dibandingkan sekolah reguler yang lain,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku masih menunggu hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menjadi salah satu komponen penilaian dalam seleksi penerimaan siswa baru.

Menurutnya, nilai rapor anaknya cukup aman, namun hasil TKA tetap menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya di sekolah tersebut.

Ia berharap proses seleksi berjalan murni dan memberi peluang kepada siswa yang benar-benar memiliki prestasi.

“Harapannya tidak ada istilah orang dalam. Jadi, yang masuk memang benar-benar siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik,” tegasnya.

Sementara itu, Rafael mengaku antusias sekaligus gugup saat datang langsung ke sekolah pada hari pertama pendaftaran.

“Jujur rasanya lumayan deg-degan. Tapi, saya juga kagum sama suasana lingkungannya,” ujarnya.

Rafael mengaku cukup percaya diri dengan nilai rapor yang dimiliki. Namun, ia tetap menunggu hasil TKA yang menurutnya menjadi penentu utama dalam proses seleksi.

“Untuk nilai rapor saya lumayan pede. Tapi, saya masih menunggu hasil TKA,” katanya.

Pelaksanaan SPMB Sekolah Maung di Purwakarta menjadi perhatian masyarakat karena program tersebut digadang-gadang sebagai salah satu model pendidikan unggulan di Jawa Barat yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kedisiplinan, dan prestasi akademik siswa.


Laporan: Heri Juhaeri
Editor: Redaksi GEMPAR.CO

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Benarkah Karawang Kekurangan SMP, atau Tata Kelola Pendidikan yang Perlu Dievaluasi?
SPMB Jawa Barat: Ketika Transparansi Menjadi Barang Langka
Wabup Cianjur Soroti Dugaan PKBM Tak Jalankan Fungsi Pendidikan dengan Benar
Anggaran Rp39 Miliar di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jadi Sorotan, Paket Berlabel Pengadaan Langsung Dipertanyakan
70 Ribu Siswa Berpotensi Tak Tertampung di Sekolah Negeri, Pemprov Jabar Siapkan Program Sekolah Swasta Gratis
Kabar Baik dari Kadisdik Jabar, 77 Ribu Calon Murid Tak Tertampung di Sekolah Negeri Digratiskan di Sekolah Swasta
Peran Kadisdik Jabar Disorot dalam Polemik SPMB 2026, Pengamat: Tanggung Jawab Melekat pada Pimpinan
SMA Pasundan Purwakarta Tegaskan Tidak Menahan Ijazah Lulusan, Dukung Penuh Kebijakan Gubernur Jabar

Baca Juga

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:33 WIB

Benarkah Karawang Kekurangan SMP, atau Tata Kelola Pendidikan yang Perlu Dievaluasi?

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:33 WIB

SPMB Jawa Barat: Ketika Transparansi Menjadi Barang Langka

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:56 WIB

Wabup Cianjur Soroti Dugaan PKBM Tak Jalankan Fungsi Pendidikan dengan Benar

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:12 WIB

Anggaran Rp39 Miliar di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jadi Sorotan, Paket Berlabel Pengadaan Langsung Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:08 WIB

70 Ribu Siswa Berpotensi Tak Tertampung di Sekolah Negeri, Pemprov Jabar Siapkan Program Sekolah Swasta Gratis

Update Terbaru