Penyidikan Kasus Korupsi MBG Mulai Menyasar Pengambil Keputusan Strategis

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | GEMPAR.CO – Penyidikan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang dan kini mengarah pada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan strategis. Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera memeriksa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung menjadi indikasi bahwa penyidik tidak hanya fokus pada aspek pelaksanaan teknis, tetapi juga menelusuri proses pengambilan keputusan di tingkat pimpinan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, memastikan agenda pemeriksaan terhadap kedua tersangka telah disiapkan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengungkap bagaimana kebijakan, perencanaan, dan pengadaan dalam Program MBG dijalankan hingga muncul dugaan penyimpangan yang merugikan negara.

Sejak awal penyidikan, Kejagung menemukan sejumlah indikasi pelanggaran dalam tata kelola program. Dugaan tersebut mencakup proses penentuan dan verifikasi titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengadaan barang dan jasa, hingga mekanisme pengawasan yang seharusnya menjadi instrumen pengendalian penggunaan anggaran negara.

Penyidik juga menyoroti sejumlah pengadaan yang diduga mengalami penggelembungan harga atau mark up. Di antaranya pengadaan 21.801 unit motor listrik, 32.000 pasang sepatu, 31.000 unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. Nilai pengadaan yang besar dan cakupan program yang luas membuat perkara ini menjadi salah satu kasus yang mendapat perhatian serius dari publik.

Hingga kini, Kejagung telah menetapkan enam tersangka dalam perkara tersebut. Mereka berasal dari unsur pejabat negara maupun pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Program MBG. Namun, penyidik meyakini masih terdapat sejumlah fakta yang perlu didalami untuk mengungkap konstruksi perkara secara menyeluruh.

Pemeriksaan terhadap Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam mengurai rantai pengambilan keputusan yang melatarbelakangi berbagai kebijakan dan pengadaan dalam program tersebut. Penyidik berpeluang mendalami siapa saja yang terlibat dalam proses perencanaan, pemberian persetujuan, hingga pelaksanaan berbagai proyek yang kini menjadi objek penyidikan.

Selain itu, Kejagung juga membuka peluang memanggil pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui atau memiliki informasi terkait perkara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat alat bukti sekaligus memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Perkembangan penyidikan ini menunjukkan bahwa fokus penegakan hukum tidak lagi terbatas pada pelaksana lapangan, melainkan mulai menyentuh level pengambil kebijakan. Publik pun menantikan sejauh mana penyidik mampu mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan dalam program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat tersebut.

Dengan masih terbukanya kemungkinan pemeriksaan terhadap saksi maupun pihak lain yang terkait, kasus dugaan korupsi MBG diperkirakan akan terus berkembang. Kejagung menegaskan proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama penyelidikan maupun penyidikan berlangsung.


Laporan: Dani Sofyan 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru