Insiden Kimia Pindo Deli 2 Kembali Terjadi, Keselamatan Warga Jadi Sorotan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden kimia di kawasan PT Pindo Deli 2, Karawang, kembali menyoroti keselamatan warga dan pengawasan industri.

Insiden kimia di kawasan PT Pindo Deli 2, Karawang, kembali menyoroti keselamatan warga dan pengawasan industri.

KARAWANG | GEMPAR.CO — Insiden paparan bahan kimia di lingkungan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) itu menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

Sebanyak 43 warga dilaporkan dievakuasi ke Rumah Sakit Rosela Karawang setelah mengeluhkan sejumlah gejala, antara lain sesak napas, pusing, mual, dan tubuh melemah. Keluhan tersebut muncul setelah warga mencium bau menyengat dan mendapati asap dari arah kawasan industri.

Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan operasional perusahaan, terutama dalam penanganan bahan kimia serta perlindungan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pabrik.

Pemerintah Kabupaten Karawang bersama instansi terkait perlu memastikan penyebab kejadian melalui pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium. Langkah tersebut penting untuk mengetahui sumber paparan, karakteristik zat yang terlibat, serta kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan warga dan lingkungan.

Perusahaan Jelaskan Pemicu Asap

Manajemen PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills menjelaskan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan produk kaporit jenis Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) yang mengalami dekomposisi setelah terkena air hujan.

Head Sustainability PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, Mei Yudi Pransuri, menyampaikan bahwa material tersebut telah dipersiapkan untuk pengiriman kepada pelanggan dan ditempatkan di area pra-pemuatan atau pre-loading.

Menurut penjelasan perusahaan, material telah ditutup menggunakan terpal dan ditempatkan di atas palet kayu. Namun, hujan deras disertai angin kencang diduga menyebabkan air hujan mengenai sebagian produk hingga memicu munculnya asap dan bau menyengat.

Perusahaan menyebut laporan mengenai munculnya asap diterima sekitar pukul 04.52 WIB. Petugas pemadam kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 04.55 WIB untuk melakukan penanganan.

Tim menggunakan pasir untuk menimbun area sumber reaksi kimia sebagai upaya menghentikan proses dekomposisi.

Meski demikian, penjelasan tersebut masih perlu diuji melalui pemeriksaan independen. Otoritas terkait perlu memastikan jenis zat yang terlepas, mekanisme penyebaran, serta faktor yang menyebabkan warga di luar kawasan pabrik mengalami gangguan kesehatan.

Hasil pemeriksaan juga diperlukan untuk menilai apakah prosedur penyimpanan, perlindungan material, dan penanganan keadaan darurat telah berjalan sesuai ketentuan keselamatan yang berlaku.

DLH dan Kepolisian Lakukan Pemeriksaan

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang telah melakukan langkah pemeriksaan untuk menelusuri penyebab insiden. Pemerintah daerah juga meminta dukungan aparat kepolisian dalam mengungkap peristiwa tersebut.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh memerintahkan DLH turun langsung ke lokasi. Pemerintah daerah turut berkoordinasi dengan kepolisian untuk meminta dukungan Pusat Laboratorium Forensik dalam pemeriksaan terkait insiden tersebut.

Sementara itu, jajaran Satreskrim dan Unit Identifikasi Polresta Karawang mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan mengumpulkan informasi.

Pemeriksaan itu diharapkan dapat menjelaskan sumber material yang memicu munculnya asap, kondisi penyimpanan bahan kimia, serta kemungkinan adanya persoalan teknis maupun prosedural.

Hasil penyelidikan juga akan menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut. Penetapan tanggung jawab harus mengacu pada bukti dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Riwayat Kejadian Perlu Menjadi Bahan Evaluasi

Insiden terbaru ini mengingatkan kembali pada kejadian sebelumnya di kawasan PT Pindo Deli 2. Pada Januari 2024, sebanyak 123 warga Desa Kutamekar dilaporkan menjalani perawatan setelah mengalami dugaan keracunan gas yang berkaitan dengan aktivitas pabrik.

Meski penyebab kejadian pada 2024 dan insiden pada Oktober 2026 belum dapat dinyatakan sama, riwayat tersebut menjadi alasan bagi pemerintah dan instansi pengawas untuk mengevaluasi sistem keselamatan industri secara menyeluruh.

Evaluasi tidak cukup hanya berfokus pada penanganan setelah insiden terjadi. Pemerintah perlu memastikan perusahaan memiliki sistem pencegahan yang memadai, prosedur penyimpanan bahan kimia yang aman, mekanisme deteksi dini, serta rencana tanggap darurat yang dapat melindungi masyarakat.

Perusahaan juga perlu memastikan pekerja memahami prosedur penanganan bahan berbahaya dan memiliki sarana yang sesuai untuk mengantisipasi kemungkinan reaksi kimia akibat kondisi lingkungan.

Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat dan akurat ketika muncul potensi bahaya. Warga juga harus mengetahui langkah perlindungan yang perlu dilakukan apabila terjadi paparan bahan kimia.

Perlindungan Masyarakat Tidak Bisa Ditawar

Insiden di Pindo Deli 2 memperlihatkan pentingnya menempatkan keselamatan masyarakat sebagai bagian utama dari pengawasan kegiatan industri.

Perusahaan perlu menjelaskan secara terbuka hasil evaluasi internal, langkah penanganan korban, serta tindakan korektif yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. Keterbukaan tersebut penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai risiko yang mereka hadapi.

DLH juga perlu menyampaikan hasil pengujian lingkungan setelah pemeriksaan selesai. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, instansi berwenang perlu menindaklanjutinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, aparat penegak hukum perlu memastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan kelalaian, pelanggaran prosedur keselamatan, atau faktor lain yang memiliki konsekuensi hukum.

Penanganan korban, pemeriksaan lingkungan, dan penyelidikan penyebab kejadian harus berjalan secara terukur dan transparan.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan mengenai apa yang terjadi, tetapi juga kepastian bahwa langkah pencegahan telah diperbaiki. Tanpa evaluasi menyeluruh, kekhawatiran terhadap keselamatan warga di sekitar kawasan industri akan terus muncul setiap kali terjadi insiden serupa.

Hingga hasil pemeriksaan resmi tersedia, penyebab pasti dan faktor yang berkontribusi terhadap insiden pada 29 Oktober 2026 masih perlu dipastikan oleh pihak berwenang.

Laporan: Redaksi

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLH Karawang Temukan Penyimpanan Bahan Kimia di Area Terbuka, 139 Warga Terdampak
Kebocoran Gas Berulang, DPRD Jabar Desak Audit Keselamatan PT Pindo Deli 2
Dugaan Paparan Bahan Kimia PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Terdampak
Sembilan Bulan Kasus Dugaan Pencemaran PT SunFu Indonesia Bergulir, KMP Desak Aparat Beri Kepastian Hukum
Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati Mengapung di Sungai Irigasi Johar Karawang
Diduga Buang Limbah ke Drainase, Usaha Kuliner di Purwakarta Disorot
Diduga Ada Pembuangan Limbah Cair ke Selokan di Bandung Barat, Aparat Diminta Selidiki
KMP Soroti Pengawasan DLH Purwakarta terhadap PT San Fu Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DLH Karawang Temukan Penyimpanan Bahan Kimia di Area Terbuka, 139 Warga Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Kebocoran Gas Berulang, DPRD Jabar Desak Audit Keselamatan PT Pindo Deli 2

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Dugaan Paparan Bahan Kimia PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Terdampak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Insiden Kimia Pindo Deli 2 Kembali Terjadi, Keselamatan Warga Jadi Sorotan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sembilan Bulan Kasus Dugaan Pencemaran PT SunFu Indonesia Bergulir, KMP Desak Aparat Beri Kepastian Hukum

Berita Terbaru