JAKARTA | GEMPAR.CO – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul kabar dirinya dipercaya masuk dalam jajaran Dewan Penasihat pada lembaga strategis milik Kerajaan Arab Saudi, Royal Commission for Riyadh City (RCRC).
Informasi tersebut ramai beredar di media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat. Penunjukan Anies dinilai menjadi perhatian tersendiri, terlebih setelah kontestasi Pilpres 2024 yang membuat namanya terus berada dalam pusaran dinamika politik nasional.
RCRC diketahui merupakan lembaga penting di Arab Saudi yang bertugas mengawal pembangunan dan transformasi Kota Riyadh menjadi pusat metropolitan modern kelas dunia. Lembaga tersebut memiliki peran besar dalam perencanaan tata kota, pengembangan infrastruktur, hingga pembangunan berbasis transit dan keberlanjutan yang menjadi bagian dari visi besar transformasi Arab Saudi.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, Anies tampak tengah memaparkan konsep pembangunan perkotaan dan transit oriented development di hadapan peserta forum internasional. Kehadirannya disebut berkaitan erat dengan pengalaman dan rekam jejaknya dalam bidang tata kelola kota selama memimpin Jakarta periode 2017–2022.
Selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies memang dikenal aktif mendorong pembangunan transportasi publik terintegrasi, revitalisasi kawasan perkotaan, hingga pengembangan ruang publik berbasis kebutuhan warga. Beberapa program seperti integrasi moda transportasi, pengembangan kawasan pejalan kaki, hingga penataan wilayah berbasis transit sempat menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk forum internasional.
Kabar keterlibatan Anies di lembaga strategis Arab Saudi itu juga dianggap menunjukkan bahwa figur politik Indonesia masih memiliki daya saing dan pengakuan di level global, khususnya dalam isu pembangunan kota modern dan kebijakan urban.
Sejumlah pengamat menilai, jika informasi tersebut benar adanya, maka langkah itu dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas sumber daya manusianya di panggung internasional. Terlebih, Arab Saudi saat ini tengah gencar melakukan transformasi besar-besaran melalui proyek pembangunan futuristik dan reformasi ekonomi nasional.
Di sisi lain, kabar tersebut juga memunculkan diskusi di ruang publik mengenai bagaimana tokoh-tokoh nasional Indonesia mulai mendapat ruang dalam lembaga internasional maupun proyek strategis luar negeri. Fenomena itu dinilai menjadi indikator meningkatnya pengakuan terhadap pengalaman dan kompetensi profesional dari Indonesia.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi secara rinci terkait posisi maupun bentuk keterlibatan Anies dalam struktur lembaga tersebut. Namun, beredarnya informasi itu telah memancing perhatian luas masyarakat dan menjadi salah satu topik yang ramai dibahas di media sosial.
Nama Anies sendiri selama ini dikenal memiliki latar belakang akademik dan pengalaman internasional yang cukup kuat. Selain pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ia juga aktif dalam berbagai forum global yang membahas pendidikan, pembangunan kota, hingga kepemimpinan pemerintahan.
Kehadirannya dalam lingkaran pembangunan Riyadh pun dinilai bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Pengalaman di bidang kebijakan publik dan urban development disebut menjadi modal utama yang membuatnya diperhitungkan dalam forum internasional.
Jika keterlibatan tersebut benar terealisasi secara resmi, maka Anies akan menjadi salah satu tokoh Indonesia yang terlibat dalam proses transformasi salah satu kota paling strategis di kawasan Timur Tengah.
Laporan: Tim Redaksi GEMPAR.CO
Sumber: Poliscape Media












