Bupati Karawang Minta Pejabat Tidak Hindari Wartawan, Tegaskan Pentingnya Keterbukaan Informasi

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta seluruh pejabat lebih terbuka dan responsif terhadap wartawan guna mendukung keterbukaan informasi publik dan transparansi pemerintahan. (Ilustrasi/GEMPAR.CO)

Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta seluruh pejabat lebih terbuka dan responsif terhadap wartawan guna mendukung keterbukaan informasi publik dan transparansi pemerintahan. (Ilustrasi/GEMPAR.CO)

KARAWANG, GEMPAR.CO – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang agar tidak menghindari wartawan maupun mempersulit akses informasi yang menjadi hak masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang, Senin (8/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Aep di hadapan para ASN dan sejumlah wartawan yang hadir meliput kegiatan apel. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan, pelayanan publik, hingga kebijakan daerah kepada masyarakat secara luas.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, mulai dari kepala dinas, kepala bidang, hingga pejabat lainnya agar lebih terbuka dan responsif ketika dimintai keterangan, klarifikasi, maupun konfirmasi oleh wartawan.

Aep menegaskan bahwa hubungan yang baik antara pemerintah dan media merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, informasi yang disampaikan melalui media dapat membantu masyarakat memahami berbagai program dan kebijakan yang sedang maupun akan dijalankan pemerintah daerah.

“Sampaikan saja kalau ada yang susah dihubungi. Kita harus saling bertukar informasi dengan teman-teman media,” tegas Aep.

Ia menilai tidak boleh ada lagi pejabat yang terkesan sulit dihubungi, menghindari konfirmasi, atau enggan memberikan penjelasan kepada wartawan. Sikap tertutup, menurutnya, hanya akan memunculkan spekulasi di tengah masyarakat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap suatu kebijakan maupun program pemerintah.

Menurut Aep, wartawan menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang. Oleh sebab itu, pejabat publik harus memberikan ruang komunikasi yang baik agar informasi yang diterima masyarakat tidak simpang siur.

“Kalau ada kegiatan-kegiatan, justru teman-teman media yang membantu menyampaikan kepada masyarakat. Jadi harus saling mendukung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aep mengingatkan bahwa insan pers bekerja hampir tanpa mengenal batas waktu. Dalam banyak kesempatan, wartawan harus melakukan peliputan, mencari data, dan melakukan konfirmasi demi memastikan informasi yang disampaikan kepada publik sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

Karena itu, ia meminta seluruh aparatur pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan profesional dengan media. Menurutnya, respons yang cepat dan komunikasi yang baik akan membantu terciptanya pemberitaan yang akurat serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Aep juga menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari tanggung jawab yang melekat pada setiap penyelenggara pemerintahan. Sebagai pelayan masyarakat, aparatur negara memiliki kewajiban memberikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Teman-teman media bekerja hampir setiap hari. Ketika ada waktu atau kesempatan untuk berkomunikasi, ya harus dibangun komunikasi yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Aep berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang dapat menjadikan media sebagai mitra kerja strategis dalam membangun transparansi pemerintahan. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ia menegaskan bahwa budaya birokrasi yang tertutup dan sulit diakses tidak boleh lagi menjadi wajah pelayanan publik di Kabupaten Karawang. Sebaliknya, setiap pejabat harus mampu menunjukkan sikap terbuka, komunikatif, dan siap memberikan penjelasan terkait pelaksanaan tugas serta program yang dijalankan.

Pernyataan Bupati Karawang tersebut dinilai sejalan dengan semangat keterbukaan informasi publik yang memberikan hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan. Dalam konteks itu, media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan insan pers, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang cepat, benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan media juga diyakini dapat mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Melalui imbauan tersebut, Bupati Aep Syaepuloh berharap seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Karawang semakin menyadari pentingnya keterbukaan informasi dan menjadikan media sebagai mitra dalam menyampaikan berbagai program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan pemerintah dapat dipahami secara utuh dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga Kabupaten Karawang.


Laporan: Redaksi GEMPAR.CO

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Haetami Abdallah: Negara Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Jabatan dan Pengaruh
Nasib Nelayan di Pesisir Karawang: Rumah Terancam Abrasi, Penghasilan Terus Menurun
Pantai Pelangi Menawan, Namun Masih Menanti Sentuhan Serius Pemerintah
Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia
Anies Baswedan Dikabarkan Masuk Dewan Penasihat Riyadh, Jadi Sorotan Internasional
Gunawan Siap Bertarung di Pilkades Sumberurip 2026, Usung Semangat Kerja Nyata untuk Desa Sejahtera
Sejarah Panjang Bupati Karawang dari Masa ke Masa
Hari Perawat Sedunia 2026: Dedikasi Tanpa Batas para Penjaga Kemanusiaan

Baca Juga

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:50 WIB

Bupati Karawang Minta Pejabat Tidak Hindari Wartawan, Tegaskan Pentingnya Keterbukaan Informasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:18 WIB

Haetami Abdallah: Negara Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Jabatan dan Pengaruh

Senin, 1 Juni 2026 - 15:25 WIB

Nasib Nelayan di Pesisir Karawang: Rumah Terancam Abrasi, Penghasilan Terus Menurun

Senin, 1 Juni 2026 - 12:26 WIB

Pantai Pelangi Menawan, Namun Masih Menanti Sentuhan Serius Pemerintah

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:21 WIB

Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia

Update Terbaru