PURWAKARTA |GEMPAR.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 di Gedung DPRD Purwakarta, Ciganea, Senin (20/7/2026).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Purwakarta, para mantan bupati, mantan wakil bupati, mantan sekretaris daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Sri Puji Utami mengatakan peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mengevaluasi perjalanan pembangunan Kabupaten Purwakarta.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, tema “Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa” menjadi pengingat pentingnya menjaga seni, bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat.
“Melalui tema ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya lokal sebagai identitas daerah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Sri Puji Utami.
Ia menilai pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya. Nilai-nilai budaya, kata dia, menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
DPRD, lanjut Sri Puji, mendukung berbagai langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengembangkan sektor kebudayaan, termasuk melalui penyediaan ruang kreatif dan program yang mendorong partisipasi masyarakat dalam melestarikan seni dan tradisi.
Selain menjadi peringatan hari jadi, rapat paripurna juga dimanfaatkan sebagai sarana refleksi atas perjalanan pembangunan daerah serta memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan program pembangunan.
Dalam pelaksanaannya, sidang berlangsung dengan nuansa budaya Sunda. Para pimpinan dan anggota DPRD mengenakan pakaian adat, sementara sejumlah rangkaian acara menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.
Usai rapat paripurna, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya. Penyanyi Charly Van Houten tampil menghibur tamu undangan, disusul penampilan tari tradisional yang dibawakan Ni Hyang Sukma Ayu.
Melalui peringatan hari jadi tersebut, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya dapat terus menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan identitas daerah.
Laporan: Heri Juhaeri









