Lahan Bekas Penggusuran di Wadas Terbengkalai, Warga Tagih Tanggung Jawab PJT II

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan bekas penggusuran di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, kini dipenuhi rumput liar dan tanaman kelapa hibrida yang tampak tidak terawat.

Lahan bekas penggusuran di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, kini dipenuhi rumput liar dan tanaman kelapa hibrida yang tampak tidak terawat.

KARAWANG | GEMPAR.CO – Warga Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, mempertanyakan tanggung jawab PT Jasa Tirta II (PJT II) terhadap lahan bekas penggusuran yang kini dinilai terbengkalai. Lahan yang sebelumnya dibebaskan untuk mendukung rencana pengembangan kawasan itu saat ini dipenuhi rumput liar, sementara pohon kelapa hibrida yang telah ditanam tampak tidak terawat.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Mereka menilai lahan yang menjadi alasan penggusuran permukiman seharusnya dikelola secara serius, bukan dibiarkan tanpa kejelasan.

“Saat rumah kami digusur, kami diberi alasan untuk kepentingan pembangunan. Sekarang lahannya justru tidak dirawat. Kami ingin PJT II menjelaskan sebenarnya proyek ini akan dilanjutkan atau tidak,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga tersebut mengaku harus membangun kembali rumahnya dengan biaya sekitar Rp80 juta, sementara uang yang diterimanya hanya sekitar Rp10 juta. Hingga kini, ia masih tinggal di rumah kontrakan.

Menurut warga, kondisi lahan yang terbengkalai menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen PJT II sebagai pihak yang disebut terkait dalam rencana pengembangan kawasan. Mereka meminta perusahaan menjelaskan status proyek, rencana pemanfaatan lahan, serta alasan tidak adanya perawatan terhadap tanaman yang telah ditanam.

Selain meminta penjelasan dari PJT II, warga juga mengungkapkan bahwa saat proses penggusuran berlangsung mereka menerima sejumlah janji, termasuk bantuan uang kontrakan dan rencana penyediaan hunian bagi warga terdampak. Namun, warga menilai fokus utama saat ini adalah kepastian pemanfaatan lahan yang telah dikosongkan.

Warga juga mengaku tidak menempati lahan tersebut secara cuma-cuma sebelum penggusuran. Sejumlah warga mengklaim pernah menyerahkan sejumlah uang kepada pihak yang mereka sebut sebagai oknum terkait pengelolaan lahan. Namun, klaim tersebut masih berupa pengakuan warga dan belum memperoleh tanggapan dari pihak yang disebut.

Masyarakat berharap PJT II segera memberikan penjelasan kepada publik mengenai perkembangan proyek serta langkah yang akan diambil terhadap lahan yang kini dinilai tidak terawat. Menurut mereka, keterbukaan informasi penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa pengorbanan warga akibat penggusuran tidak berakhir sia-sia.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Jasa Tirta II (PJT II) belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi mengenai kondisi lahan, perkembangan proyek, maupun kelanjutan pengelolaan kawasan. Redaksi akan memuat penjelasan PJT II setelah tanggapan resmi diterima.


Laporan: Iwan Hermawan

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Usaha Tani di Rawamerta Disoal Warga
Proyek Revitalisasi SDN Kutawargi I Diduga Diborongkan ke Pihak Ketiga
Warga Pertanyakan Pelaksanaan Proyek P3-TGAI di Bekasi, BBWS Citarum Diminta Lakukan Pemeriksaan
Ketua P3A Akui Ada Permintaan Dana dari Pihak yang Mengaku Aspirator Partai pada Proyek P3-TGAI di Pakisjaya
Program P3-TGAI di Pakisjaya Diwarnai Dugaan Permintaan Dana, Ini Pengakuan Kelompok Tani
Pekerja Ungkap Papan Proyek Dicabut atas Perintah Pengawas PJT II, Muncul Dugaan Upaya Menutup Informasi Pekerjaan
Sehari Setelah Dipasang, Tiga Papan Proyek PJT II di Karawang Hilang Saat Pekerjaan Masih Berlangsung
Pengawas PJT II Sebut Proyek Perusahaan Tak Perlu Diawasi Wartawan, Ini Penjelasan Praktisi Hukum

Baca Juga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Usaha Tani di Rawamerta Disoal Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:31 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Kutawargi I Diduga Diborongkan ke Pihak Ketiga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:47 WIB

Warga Pertanyakan Pelaksanaan Proyek P3-TGAI di Bekasi, BBWS Citarum Diminta Lakukan Pemeriksaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:29 WIB

Ketua P3A Akui Ada Permintaan Dana dari Pihak yang Mengaku Aspirator Partai pada Proyek P3-TGAI di Pakisjaya

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:16 WIB

Program P3-TGAI di Pakisjaya Diwarnai Dugaan Permintaan Dana, Ini Pengakuan Kelompok Tani

Update Terbaru