KARAWANG | GEMPAR.CO – Kondisi lingkungan di sekitar PKBM Rahmatunnajah yang berlokasi di Dusun Bugis Selatan, Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian sejumlah masyarakat. Meski memiliki bangunan dua lantai yang tampak megah dan representatif, keberadaan sampah yang berserakan serta papan nama lembaga yang terlihat miring memunculkan sorotan dari warga yang melintas di lokasi.
Berdasarkan pantauan GEMPAR.CO, bangunan PKBM Rahmatunnajah terlihat cukup baik dan layak digunakan sebagai pusat kegiatan pendidikan nonformal. Namun, area depan gedung tampak kurang tertata dengan adanya sampah di sekitar saluran air dan tumbuhan liar yang tumbuh di sejumlah titik halaman.
Selain itu, papan nama atau plang identitas PKBM yang berada di bagian depan gedung terlihat miring sehingga mengurangi estetika bangunan yang secara keseluruhan tampak representatif.
PKBM Rahmatunnajah merupakan lembaga pendidikan nonformal berstatus swasta di bawah naungan yayasan. Berdasarkan data satuan pendidikan, lembaga tersebut memiliki NPSN P9996643, berakreditasi C, menerapkan Kurikulum Merdeka, dan saat ini melayani 334 warga belajar dari berbagai program pendidikan kesetaraan.
Sejumlah warga menilai kondisi lingkungan tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius. Mereka berharap kebersihan dan penataan area sekitar lembaga pendidikan dapat ditingkatkan agar mencerminkan suasana belajar yang nyaman dan tertib.
“Bangunannya sudah bagus, tetapi kondisi lingkungan di depannya perlu dirapikan lagi. Apalagi ini tempat pendidikan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk belajar,” ujar seorang warga yang melintas di sekitar lokasi.
Menanggapi hal tersebut, Pengelola PKBM Rahmatunnajah, Ita Marita, menjelaskan bahwa sampah yang terlihat berada di area saluran air bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak PKBM.
Menurutnya, persoalan kebersihan di saluran tersebut merupakan kewenangan pihak pengairan dan pemerintah desa setempat yang nantinya akan turut membantu melakukan penanganan.
“Sampah yang ada di saluran itu bukan menjadi tanggung jawab PKBM sepenuhnya. Itu masuk area pengairan dan desa setempat juga akan membantu dalam penanganannya,” kata Ita Marita saat dihubungi GEMPAR.CO.
Sementara terkait kondisi papan nama atau plang identitas yang terlihat miring, Ita memastikan pihaknya akan segera melakukan perbaikan agar kembali berdiri dengan baik dan lebih representatif.
“Untuk plang yang miring akan segera kami perbaiki,” ujarnya.
Masyarakat berharap langkah perbaikan yang disampaikan pengelola dapat segera direalisasikan. Dengan dukungan bangunan yang sudah cukup baik, penataan lingkungan dan kebersihan yang lebih optimal dinilai akan semakin memperkuat citra PKBM Rahmatunnajah sebagai lembaga pendidikan masyarakat yang nyaman, tertata, dan menjadi kebanggaan warga sekitar.
Laporan: Tusin Yudha












