NAMA Muhammad Farhan bukanlah sosok asing bagi masyarakat Kota Bandung. Sebelum resmi menjabat sebagai Wali Kota Bandung periode 2025–2030, Farhan lebih dahulu dikenal luas sebagai penyiar radio, presenter televisi, pengamat publik, hingga politisi nasional.
Pria kelahiran Bogor, 25 Februari 1970 itu menghabiskan masa kecil dan pendidikannya di Bandung. Ia menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Kota Kembang sebelum akhirnya dikenal sebagai figur publik nasional. Farhan merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran dan sempat mengikuti program fellowship di Harvard Business School serta MIT Sloan School of Management.
Karier Farhan mulai menonjol sejak era 1990-an melalui dunia penyiaran radio. Suaranya dikenal akrab di sejumlah radio ternama seperti KLCBS, Mustang FM, Hard Rock FM hingga Delta FM. Popularitasnya kemudian berkembang ke layar televisi sebagai host dan presenter berbagai program hiburan nasional.
Selain aktif di industri media, Farhan juga pernah menjabat Direktur PT Persib Bandung Bermartabat pada 2009–2016. Kiprahnya di dunia sepak bola membuat namanya semakin dekat dengan masyarakat Bandung, khususnya kalangan pendukung Persib.
Terjun ke Dunia Politik
Perjalanan politik Farhan dimulai ketika ia bergabung dengan Partai NasDem pada 2016. Tiga tahun kemudian, ia berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Jawa Barat I meliputi Kota Bandung dan Cimahi.
Di parlemen, Farhan bertugas di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, komunikasi, informatika, serta hubungan luar negeri. Selama menjadi legislator, ia dikenal aktif dalam berbagai pembahasan kebijakan strategis nasional.
Pada Pilkada Kota Bandung 2024, Farhan maju berpasangan dengan Erwin dan berhasil memenangkan kontestasi politik dengan raihan sekitar 44,64 persen suara. Pasangan tersebut kemudian resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta.
Membawa Visi “Bandung UTAMA”
Sebagai Wali Kota Bandung, Farhan membawa visi pembangunan bertajuk “Bandung UTAMA” yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonomi kreatif, transportasi perkotaan, hingga penguatan kesejahteraan masyarakat.
Di awal masa kepemimpinannya, Farhan juga mulai mendapat sorotan publik terkait berbagai kebijakan perkotaan, termasuk penataan transportasi dan pembangunan infrastruktur di Kota Bandung. Sejumlah kebijakannya kerap menjadi perhatian masyarakat dan perbincangan publik di media sosial.
Kehidupan Pribadi
Dalam kehidupan pribadinya, Farhan menikah dengan Aryatri dan dikaruniai dua anak. Keluarga disebut menjadi salah satu sumber motivasi dalam perjalanan hidup dan karier politiknya.
Dengan latar belakang media, olahraga, hingga politik nasional, Muhammad Farhan kini memikul tanggung jawab besar memimpin Kota Bandung di tengah berbagai tantangan perkotaan modern. Publik pun menaruh harapan agar kepemimpinannya mampu membawa perubahan nyata bagi Kota Kembang selama lima tahun ke depan.
Editor: Redaksi GEMPAR.CO












