Pembangunan Turap Irigasi di Batujaya Tanpa Papan Proyek, Transparansi Pelaksanaan Jadi Sorotan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | GEMPAR.CO – Pembangunan turap saluran irigasi di Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian masyarakat. Proyek yang disebut dikerjakan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II tersebut telah berjalan sekitar empat hari, namun di lokasi pekerjaan belum terlihat adanya papan informasi proyek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja tampak melakukan pemasangan pasangan batu pada saluran irigasi yang berada di kawasan pertanian. Aktivitas pembangunan terlihat berjalan, sementara informasi mengenai detail pekerjaan belum tersedia bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Dari hasil pengamatan di lapangan dan keterangan pekerja, konstruksi turap yang dibangun memiliki panjang sekitar 75 meter. Struktur tersebut memiliki lebar bagian bawah sekitar 80 sentimeter, tinggi kurang lebih 2,60 meter, serta lebar bagian atas sekitar 40 sentimeter. Pada bagian dinding, pekerjaan juga dilengkapi dengan plester dan acian dengan ketinggian sekitar 1,60 meter.

Meski pekerjaan fisik terus berlangsung, keberadaan papan informasi proyek yang belum terpasang membuat masyarakat belum dapat mengetahui secara jelas sejumlah informasi penting, seperti identitas pekerjaan, sumber pendanaan, nilai anggaran, pihak pelaksana, hingga jadwal penyelesaian proyek.

Padahal, papan informasi proyek menjadi salah satu sarana keterbukaan informasi publik. Keberadaan papan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang berlangsung di lingkungan mereka.

Ketiadaan papan proyek itu kemudian menimbulkan pertanyaan dari warga. Sebab, hingga memasuki hari keempat pengerjaan, belum terdapat informasi resmi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat terkait pekerjaan turap tersebut.

Saat ditemui di lokasi, Kepala Tukang bernama Yono mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai nilai anggaran maupun sumber pendanaan pembangunan.

“Lebih jelasnya tanya langsung ke Pak Acep dari pengawas PJT-nya,” ujar Yono kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Wartawan kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada Acep yang disebut sebagai pengawas PJT II melalui pesan WhatsApp. Konfirmasi disampaikan terkait pelaksanaan pekerjaan serta alasan belum adanya papan informasi proyek di lokasi.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapatkan tanggapan.

Keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek menjadi perhatian karena masyarakat memiliki hak untuk mengetahui informasi mengenai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Hal tersebut sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pembangunan.

Selain aspek keterbukaan informasi, masyarakat juga menyoroti kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Dari hasil pengamatan di lokasi, material yang digunakan dalam pekerjaan di antaranya semen merek Merdeka dan pasir berwarna kecoklatan.

Warga berharap material yang digunakan sesuai dengan standar teknis pekerjaan sehingga bangunan turap memiliki kualitas yang baik dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Turap saluran irigasi memiliki fungsi penting dalam menjaga kestabilan saluran air serta mendukung sistem pengairan bagi lahan pertanian masyarakat. Karena itu, kualitas pembangunan menjadi faktor utama agar infrastruktur tersebut dapat berfungsi secara optimal.

Sejumlah warga berharap pihak PJT II segera memberikan penjelasan terkait pekerjaan tersebut sekaligus memasang papan informasi proyek di lokasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat dan mendukung pengawasan publik terhadap pembangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, pembangunan turap saluran irigasi di Desa Batujaya masih berlangsung. Sementara pihak PJT II yang dikonfirmasi terkait belum adanya papan informasi proyek belum memberikan keterangan resmi.


Laporan: Iwan Setiawan 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru

Pemkot Bandung rencanakan sentra wisata kuliner di setiap kecamatan untuk mendorong PKL naik kelas.

Jawa Barat

Pemkot Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:31 WIB