KARAWANG | GEMPAR.CO – Di saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dinikmati oleh jutaan pelajar di berbagai daerah, ratusan siswa yang bersekolah di bawah naungan Yayasan Ummu Hamdah, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, hingga kini masih menunggu giliran.
Sebanyak 455 siswa yang terdiri dari 216 siswa SMPIT Al Azhar 24 dan 239 siswa SMAIT Ummu Hamdah Cendikia 02 belum menerima manfaat program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut.
Kedua sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Batujaya Km 2, Dusun Gongcai I, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang itu masih menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa. Namun, para siswa mengaku berharap sekolah mereka segera masuk dalam daftar penerima Program Makan Bergizi Gratis.
Harapan itu muncul karena mereka melihat pelaksanaan MBG sudah berjalan di banyak sekolah lain. Sementara hingga kini, program tersebut belum menyentuh lingkungan pendidikan tempat mereka menimba ilmu.
Operator sekolah, Ahmad Dzulkifli, S.Kom, mengatakan pihak sekolah masih menunggu informasi dan realisasi program dari instansi terkait.
“Kami berharap sekolah-sekolah di bawah Yayasan Ummu Hamdah dapat segera memperoleh Program Makan Bergizi Gratis sehingga para siswa mendapatkan manfaat yang sama dengan sekolah lain yang sudah menerima,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Menurut Ahmad, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda.
Kepala SMPIT Al Azhar 24, Hj. Saidah Hutami Harum, S.Kom, memimpin sekolah dengan jumlah peserta didik sebanyak 216 siswa. Sementara Toni, SH, selaku Kepala SMAIT Ummu Hamdah Cendikia 02, membina 239 siswa yang juga belum tersentuh program tersebut.
Di kalangan siswa, Program MBG menjadi topik yang kerap diperbincangkan. Mereka mengetahui program tersebut melalui pemberitaan media maupun informasi dari berbagai platform digital.
Sebagian siswa mengaku berharap dapat merasakan manfaat yang sama seperti teman-teman mereka di sekolah lain.
“Kami senang melihat sekolah lain sudah mendapatkan MBG. Mudah-mudahan sekolah kami juga segera mendapat kesempatan yang sama,” ujar salah seorang siswa.
Harapan serupa datang dari para orang tua. Mereka menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang positif karena membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Selain itu, program tersebut juga diyakini dapat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga untuk kebutuhan konsumsi harian anak di sekolah.
“Kami mendukung program ini karena manfaatnya sangat baik bagi anak-anak. Harapan kami, pemerintah dapat memperluas pelaksanaannya agar seluruh siswa, termasuk yang berada di sekolah Yayasan Ummu Hamdah, dapat merasakan manfaatnya,” kata salah seorang wali murid.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, pemerataan pelaksanaan program menjadi harapan banyak pihak agar tidak ada siswa yang tertinggal dari manfaat kebijakan tersebut.
Setelah hampir satu tahun program berjalan, pihak sekolah, siswa, dan orang tua berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat segera melakukan verifikasi dan percepatan distribusi program sehingga 455 siswa di bawah naungan Yayasan Ummu Hamdah juga dapat menikmati Program Makan Bergizi Gratis sebagaimana siswa di sekolah-sekolah lain.
Laporan: Tusin Yudha












