KARAWANG | GEMPAR.CO – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) program Sekolah “Maung” di SMAN 5 Karawang resmi dibuka pada Senin (25/5/2026). Pada hari pertama pelaksanaan, sejumlah calon peserta didik bersama orang tua memadati area pelayanan sekolah untuk melakukan pendaftaran maupun meminta bantuan dari panitia.
Sejak pagi, pelayanan SPMB di SMAN 5 Karawang terlihat ramai didatangi masyarakat. Kondisi tersebut terjadi di tengah kendala sistem pendaftaran online yang sempat mengalami gangguan saat diakses.
Ketua Panitia SPMB SMAN 5 Karawang, Maman Rohmana, mengatakan pihak sekolah tetap membuka pelayanan secara luring agar proses pendaftaran masyarakat tidak terhambat.
“Kami tetap melayani masyarakat yang datang langsung ke sekolah meski sistem online sempat mengalami gangguan,” ujar Maman kepada GEMPAR.CO.
Panitia membantu masyarakat mulai dari pengecekan data, verifikasi dokumen, hingga proses penginputan data ke dalam sistem pendaftaran. Sejumlah orang tua memanfaatkan pelayanan langsung tersebut untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi anak mereka telah sesuai.
Maman menegaskan seluruh proses pendaftaran program Sekolah “Maung” tidak dipungut biaya. Pelayanan luring dibuka hingga pukul 14.00 WIB, sedangkan layanan pendaftaran online tetap berlangsung sampai pukul 20.00 WIB.
Selain mengalami gangguan akses, sistem pendaftaran online juga sempat belum menampilkan pilihan sekolah untuk SMAN 5 Karawang. Kondisi tersebut membuat banyak calon peserta didik memilih datang langsung ke sekolah agar proses pendaftaran tetap dapat dilakukan.
Di tengah kendala sistem, laman resmi SPMB Sekolah “Maung” mulai menampilkan klasemen sementara penerimaan peserta didik berdasarkan jalur seleksi. Dalam sistem tercatat kuota jalur Potensi Akademik sebanyak 38 kursi, Kompetensi Akademik Rapor 192 kursi, Kompetensi Akademik Kejuaraan 77 kursi, serta Kompetensi Nonakademik sebanyak 77 kursi.
Secara keseluruhan, total kuota sementara yang disediakan mencapai 384 kursi. Namun hingga siang hari, sistem masih mencatat nol pendaftar di seluruh jalur karena proses pembaruan data masih berlangsung.
Pada tampilan laman tersebut juga tercantum keterangan bahwa data klasemen yang muncul bersifat sementara dan bukan hasil akhir penerimaan peserta didik.
Maman menjelaskan program Sekolah “Maung” hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki identitas kependudukan Jawa Barat atau KTP Jawa Barat.
Meski demikian, warga Jawa Barat yang saat ini menempuh pendidikan di luar provinsi tetap dapat mengikuti proses seleksi. Hanya saja, proses pendaftaran harus dilakukan secara langsung karena sistem online belum melayani pendaftaran dari luar daerah.
“Warga Jawa Barat yang sekolah di luar Jawa Barat tetap bisa mendaftar melalui jalur luring dan panitia akan melayani langsung di sekolah,” katanya.
Saat ini pihak sekolah terus berkoordinasi dengan operator sistem agar layanan pendaftaran online kembali normal. Panitia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi SPMB dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Laporan: Redaksi GEMPAR.CO












