Pengawasan Dana Desa 2026 Bergulir di Batujaya, Warga Minta Monev Berdampak Nyata

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Monitoring dan evaluasi Dana Desa 2026 di Kecamatan Batujaya mulai bergulir. Pemerintah kecamatan melakukan pengawasan administrasi, keuangan, hingga realisasi pembangunan fisik untuk memastikan penggunaan anggaran desa berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Masyarakat berharap monev tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan perbaikan tata kelola dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga. Ilustrasi foto GEMPAR.co

Monitoring dan evaluasi Dana Desa 2026 di Kecamatan Batujaya mulai bergulir. Pemerintah kecamatan melakukan pengawasan administrasi, keuangan, hingga realisasi pembangunan fisik untuk memastikan penggunaan anggaran desa berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Masyarakat berharap monev tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan perbaikan tata kelola dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga. Ilustrasi foto GEMPAR.co

KARAWANG | GEMPAR.co – Pemerintah Kecamatan Batujaya mulai menggulirkan monitoring dan evaluasi (monev) Dana Transfer Desa Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya pengawasan terhadap pengelolaan anggaran desa dan pelaksanaan program pembangunan di wilayah kecamatan.

Pelaksanaan monev tersebut mengacu pada Surat Camat Batujaya Nomor 700.1.2/216/Pem tertanggal 18 Mei 2026 tentang Monitoring Dana Transfer Desa Tahun 2026. Berdasarkan jadwal yang diterbitkan, kegiatan monitoring dilaksanakan secara bertahap mulai 18 hingga 21 Mei 2026.

Kegiatan monev kali ini merupakan gelombang kedua pengawasan Dana Desa Tahun 2026 di Kecamatan Batujaya. Sebelumnya, pemerintah kecamatan telah lebih dahulu melaksanakan monitoring di enam desa pada tahap pertama.

Desa Segaran menjadi lokasi awal pelaksanaan monev pada Senin (18/5/2026). Selanjutnya, tim monitoring dijadwalkan melakukan evaluasi di Desa Kutaampel pada Selasa (19/5/2026), Desa Karyamakmur pada Rabu (20/5/2026), dan Desa Karyamulya pada Kamis (21/5/2026).

Tim monitoring terdiri dari unsur kecamatan yang bertugas melakukan pemeriksaan administrasi pemerintahan desa, evaluasi pengelolaan keuangan, hingga peninjauan langsung terhadap realisasi pembangunan fisik di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan berupaya memastikan penggunaan Dana Desa berjalan sesuai ketentuan, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa maupun APBDes yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, tim monev memeriksa berbagai aspek penting, mulai dari kelengkapan administrasi pemerintahan desa, dokumen pertanggungjawaban keuangan (SPJ), kesesuaian penggunaan anggaran, hingga kualitas pembangunan fisik yang telah direalisasikan.

Selain pembangunan infrastruktur, evaluasi juga mencakup program prioritas desa seperti penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), program ketahanan pangan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat menilai kegiatan monitoring tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan Dana Desa benar-benar digunakan sesuai kebutuhan warga dan tidak hanya berhenti pada pelaporan administratif semata.

Warga berharap proses pengawasan dilakukan secara objektif dan menyentuh kondisi nyata di lapangan. Mereka meminta tim monitoring tidak hanya memeriksa dokumen administrasi, tetapi juga melihat langsung kualitas pekerjaan dan manfaat program yang dirasakan masyarakat desa.

“Jangan sampai monitoring hanya menjadi formalitas tahunan. Yang paling penting itu hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar salah satu warga Batujaya.

Selain itu, warga berharap hasil monitoring mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih kerap ditemukan dalam pengelolaan Dana Desa, mulai dari keterlambatan pekerjaan fisik, ketidaksesuaian spesifikasi pembangunan, hingga lemahnya keterbukaan informasi publik terkait penggunaan anggaran desa.

Masyarakat juga meminta pemerintah kecamatan memberikan rekomendasi yang tegas terhadap desa yang ditemukan memiliki kelemahan dalam pengelolaan administrasi maupun pelaksanaan pembangunan.

Menurut warga, hasil monitoring seharusnya tidak hanya menjadi dokumen internal pemerintah, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terbuka agar masyarakat mengetahui sejauh mana penggunaan anggaran desa berjalan efektif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, masyarakat mengapresiasi langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah kecamatan sebagai bentuk pembinaan dan pencegahan dini terhadap potensi kesalahan administrasi maupun persoalan hukum dalam pengelolaan keuangan desa.

Melalui monitoring dan evaluasi yang profesional dan transparan, masyarakat berharap tata kelola pemerintahan desa semakin baik, pembangunan lebih berkualitas, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa tetap terjaga.


Laporan: Iwan Setiawan | Editor: Redaksi GEMPAR.co

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru

Pemkot Bandung rencanakan sentra wisata kuliner di setiap kecamatan untuk mendorong PKL naik kelas.

Jawa Barat

Pemkot Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:31 WIB