Orang Tua Siswa Sambut Positif Program Sekolah Maung di SMAN 5 Karawang

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang tua siswa menyambut positif sistem seleksi berbasis kemampuan dan prestasi yang dinilai lebih adil serta membuka peluang lebih luas bagi calon peserta didik untuk meraih pendidikan unggulan di SMAN 5 Karawang.

Orang tua siswa menyambut positif sistem seleksi berbasis kemampuan dan prestasi yang dinilai lebih adil serta membuka peluang lebih luas bagi calon peserta didik untuk meraih pendidikan unggulan di SMAN 5 Karawang.

KARAWANG | GEMPAR.co – Program Sekolah Manusia Unggul “Sekolah Maung” di mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa. Mereka menilai program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut membuka peluang lebih luas bagi siswa berprestasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Karawang.

Imam Hanafi, orang tua siswa asal Klari, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan pendidikan yang dihadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Sekolah Maung. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah positif dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih kompetitif, objektif, dan berorientasi pada kualitas serta prestasi peserta didik.

Menurut Imam, sistem penerimaan siswa baru yang tidak lagi mengutamakan jalur domisili atau zonasi memberikan kesempatan yang lebih adil bagi calon peserta didik untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan prestasi.

“Program ini sangat baik karena peluang siswa untuk diterima sekarang lebih terbuka. Tidak lagi hanya berdasarkan wilayah tempat tinggal, tetapi benar-benar melihat kemampuan dan prestasi siswa,” ujar Imam kepada GEMPAR.co.

Ia menilai pola seleksi berbasis kompetensi akademik, non-akademik, dan potensi bakat mampu mendorong siswa lebih serius mempersiapkan diri sejak dini.

Selain meningkatkan kualitas akademik, Imam juga menilai program Sekolah Maung menekankan pembentukan karakter siswa agar lebih disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Kami sebagai orang tua tentu mendukung program seperti ini karena pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi juga pembentukan karakter anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, S.Pd.I., M.Pd., menyebut penetapan sekolahnya sebagai Sekolah Maung menjadi momentum penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Karawang.

Menurut Epul, pihak sekolah akan memperkuat sistem pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.

“Kami ingin menghadirkan sistem pendidikan yang mampu membentuk siswa unggul secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Epul menjelaskan, program Sekolah Maung menerapkan sistem seleksi berbasis meritokrasi dengan mengedepankan kemampuan dan rekam jejak prestasi siswa.

Dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 5 Karawang akan menerima sebanyak 384 siswa baru yang dibagi ke dalam 12 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas.

Pihak sekolah membagi kuota penerimaan siswa melalui tiga jalur utama, yakni jalur kompetensi akademik sebesar 70 persen, jalur non-akademik sebesar 20 persen, dan jalur potensi akademik atau program Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) sebesar 10 persen.

Para orang tua berharap program Sekolah Maung mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.


Laporan: Tim Redaksi  | Editor: Redaksi GEMPAR.co

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Benarkah Karawang Kekurangan SMP, atau Tata Kelola Pendidikan yang Perlu Dievaluasi?
SPMB Jawa Barat: Ketika Transparansi Menjadi Barang Langka
Wabup Cianjur Soroti Dugaan PKBM Tak Jalankan Fungsi Pendidikan dengan Benar
Anggaran Rp39 Miliar di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jadi Sorotan, Paket Berlabel Pengadaan Langsung Dipertanyakan
70 Ribu Siswa Berpotensi Tak Tertampung di Sekolah Negeri, Pemprov Jabar Siapkan Program Sekolah Swasta Gratis
Kabar Baik dari Kadisdik Jabar, 77 Ribu Calon Murid Tak Tertampung di Sekolah Negeri Digratiskan di Sekolah Swasta
Peran Kadisdik Jabar Disorot dalam Polemik SPMB 2026, Pengamat: Tanggung Jawab Melekat pada Pimpinan
SMA Pasundan Purwakarta Tegaskan Tidak Menahan Ijazah Lulusan, Dukung Penuh Kebijakan Gubernur Jabar

Baca Juga

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:33 WIB

Benarkah Karawang Kekurangan SMP, atau Tata Kelola Pendidikan yang Perlu Dievaluasi?

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:33 WIB

SPMB Jawa Barat: Ketika Transparansi Menjadi Barang Langka

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:56 WIB

Wabup Cianjur Soroti Dugaan PKBM Tak Jalankan Fungsi Pendidikan dengan Benar

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:12 WIB

Anggaran Rp39 Miliar di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jadi Sorotan, Paket Berlabel Pengadaan Langsung Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:08 WIB

70 Ribu Siswa Berpotensi Tak Tertampung di Sekolah Negeri, Pemprov Jabar Siapkan Program Sekolah Swasta Gratis

Update Terbaru