Persaingan Ketat! Jalur Nilai Rapor Sekolah Maung di SMAN 2 Cirebon Diserbu Pendaftar

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON | GEMPAR.CO – Persaingan masuk program Sekolah Maung di SMAN 2 Cirebon berlangsung ketat. Hingga hari terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, jalur Kompetensi Akademik berbasis nilai rapor menjadi jalur paling diminati dengan jumlah pendaftar mencapai 495 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya 192 kursi.

Lonjakan pendaftar tersebut turut mendorong total pendaftar di SMAN 2 Cirebon menembus lebih dari 600 calon peserta didik. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berada di kisaran 450 pendaftar.

Sejak pagi, ratusan orang tua dan calon siswa memadati pusat layanan SPMB di lingkungan sekolah untuk melakukan verifikasi berkas dan konsultasi pendaftaran. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program Sekolah Maung masih menjadi pilihan utama bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan.

Selain jalur nilai rapor, jalur Kompetensi Nonakademik bidang olahraga dan seni juga mencatat jumlah pendaftar melebihi kuota. Dari 77 kursi yang tersedia, sebanyak 124 siswa tercatat telah mendaftar. Sementara jalur Potensi Akademik atau Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI) diikuti 40 peserta untuk memperebutkan 38 kursi.

Sebaliknya, jalur Kompetensi Akademik Kejuaraan yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi di bidang olimpiade dan perlombaan masih relatif sepi peminat. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah pendaftarnya baru mencapai sekitar 20 siswa dari kuota 77 kursi.

Kepala SMAN 2 Cirebon, Nendi, menyebut lonjakan pendaftar pada hari terakhir dipengaruhi semakin jelasnya regulasi dan mekanisme seleksi dalam program Sekolah Maung. Kejelasan aturan tersebut membuat masyarakat lebih mantap menentukan pilihan jalur pendaftaran sesuai kemampuan dan prestasi masing-masing siswa.

Di tengah tingginya persaingan, sejumlah pemerhati pendidikan menilai fenomena ini menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Mereka melihat program Sekolah Maung berhasil menarik minat siswa-siswa dengan capaian akademik tinggi dari berbagai daerah.

Namun demikian, tingginya jumlah pendaftar juga memunculkan tantangan baru, yakni keterbatasan daya tampung sekolah dibandingkan jumlah calon peserta didik yang memenuhi syarat. Kondisi tersebut berpotensi membuat banyak siswa berprestasi gagal memperoleh kesempatan belajar di sekolah yang sesuai dengan kemampuan akademiknya.

Pemerhati pendidikan menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu mengevaluasi daya tampung sekolah-sekolah yang menjadi tujuan utama pendaftar. Penambahan rombongan belajar (rombel) atau kelas baru dapat menjadi salah satu alternatif solusi apabila didukung oleh ketersediaan ruang belajar, tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana yang memadai.

“Lonjakan pendaftar ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sangat tinggi. Jangan sampai siswa yang memiliki prestasi akademik baik tersingkir hanya karena keterbatasan kuota. Pemerintah perlu mengkaji penambahan kelas secara terukur agar potensi anak-anak berprestasi tetap terakomodasi tanpa mengurangi standar mutu pendidikan,” ujar seorang pemerhati pendidikan.

Menurutnya, kebijakan penambahan daya tampung harus dilakukan secara selektif dan berbasis kebutuhan. Sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar secara signifikan dapat menjadi prioritas evaluasi sehingga kesempatan belajar bagi siswa berprestasi semakin terbuka.

“Program Sekolah Maung dirancang untuk mencetak generasi unggul. Ketika jumlah peserta yang memenuhi kriteria terus meningkat, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar lebih banyak talenta muda mendapatkan ruang berkembang. Jangan sampai semangat meningkatkan kualitas pendidikan terhambat oleh keterbatasan kapasitas yang sebenarnya masih bisa dioptimalkan,” tambahnya.

Dengan jumlah pendaftar yang jauh melampaui kapasitas di sejumlah jalur, proses seleksi tahun ini dipastikan berlangsung semakin kompetitif. Para peserta kini menunggu hasil seleksi yang akan menentukan langkah mereka menuju jenjang pendidikan menengah atas melalui program Sekolah Maung.


Laporan: Fitri Handayani

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendagri Larang Pemda Putus Kontrak PPPK hingga Desember 2026, Ini Empat Pengecualiannya
Jabar Sakola Diluncurkan, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan SPP Sekolah Swasta
Revitalisasi SDN 03 Bantarjaya Tak Kunjung Terealisasi Sejak 2024, 270 Siswa Menanti Kepastian
Pelajar Karawang Bertaruh di Jalan, Pemerintah Jangan Tutup Mata
Rehab Ruang Kelas SMAN 1 Pebayuran Disorot, Papan Informasi Tak Terlihat
3.018 ATS Karawang Dapat Bantuan, Data PKBM Penerima Belum Dibuka
Pemkab Karawang Alokasikan Rp4,8 Miliar Beasiswa Kesetaraan, Pengawasan Diminta Diperketat
Dana BOS SMPN 2 Pebayuran Disoal, Belanja Sarpras 2025 Tercatat 22,75 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Mendagri Larang Pemda Putus Kontrak PPPK hingga Desember 2026, Ini Empat Pengecualiannya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Jabar Sakola Diluncurkan, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan SPP Sekolah Swasta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Revitalisasi SDN 03 Bantarjaya Tak Kunjung Terealisasi Sejak 2024, 270 Siswa Menanti Kepastian

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Pelajar Karawang Bertaruh di Jalan, Pemerintah Jangan Tutup Mata

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Rehab Ruang Kelas SMAN 1 Pebayuran Disorot, Papan Informasi Tak Terlihat

Berita Terbaru

Pemkot Bandung rencanakan sentra wisata kuliner di setiap kecamatan untuk mendorong PKL naik kelas.

Jawa Barat

Pemkot Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:31 WIB