Pelajar Karawang Bertaruh di Jalan, Pemerintah Jangan Tutup Mata

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar diduga siswa SMPN 1 Tirtajaya pulang sekolah menggunakan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor, Jumat (2/10/2026).

Pelajar diduga siswa SMPN 1 Tirtajaya pulang sekolah menggunakan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor, Jumat (2/10/2026).

KARAWANG | GEMPAR.CO — Pemandangan sejumlah pelajar yang diduga merupakan siswa SMPN 1 Tirtajaya menempuh perjalanan menuju sekolah dengan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor memperlihatkan persoalan keselamatan yang patut mendapat perhatian serius.

Foto yang diambil pada Jumat (2/10/2026) itu bukan sekadar merekam aktivitas siswa setelah mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Jika pelajar memang harus menggunakan moda transportasi yang berisiko untuk perjalanan pulang, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan keselamatan transportasi pelajar yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Pertanyaan mendasarnya sederhana: sejauh mana pemerintah daerah memastikan setiap anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman?

Pendidikan tidak dimulai ketika siswa memasuki ruang kelas. Perjalanan dari rumah menuju sekolah juga menjadi bagian dari aktivitas pendidikan. Karena itu, keselamatan pelajar semestinya tidak sepenuhnya dibebankan kepada keluarga.

Pemerintah Kabupaten Karawang perlu memastikan akses jalan, fasilitas transportasi, serta lingkungan di sekitar jalur pendidikan mendukung keselamatan siswa. Terlebih jika kondisi serupa terjadi berulang dan dialami oleh banyak pelajar di wilayah tertentu.

Sekolah juga tidak dapat mengabaikan persoalan tersebut. Pihak satuan pendidikan perlu mengetahui bagaimana siswanya berangkat dan pulang sekolah, termasuk moda transportasi yang digunakan serta potensi risiko yang mereka hadapi setiap hari.

Jika ditemukan pelajar menggunakan kendaraan yang tidak diperuntukkan bagi angkutan penumpang atau mengendarai sepeda motor tanpa memenuhi ketentuan keselamatan dan usia berkendara, sekolah bersama orang tua perlu mengambil langkah pencegahan.

Namun, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan imbauan kepada siswa dan orang tua.

Pemerintah daerah perlu hadir dengan solusi.

Pemetaan wilayah dengan akses transportasi pelajar yang terbatas perlu dilakukan. Pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan transportasi siswa, memperbaiki akses jalan, atau menyiapkan skema transportasi yang lebih aman sesuai karakteristik wilayah.

Sebab, membangun sekolah dan mengalokasikan anggaran pendidikan saja belum cukup jika perjalanan seorang anak menuju sekolah masih mempertaruhkan keselamatannya.

Pemerintah Kabupaten Karawang perlu menjawab persoalan tersebut secara konkret.

Sebab keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang berapa banyak sekolah yang dibangun, berapa besar anggaran yang dialokasikan, atau berapa banyak program yang diluncurkan. Ukuran paling mendasar adalah apakah seorang anak dapat berangkat menuntut ilmu dan kembali ke rumah dengan selamat.

Laporan: Redaksi

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jabar Sakola Diluncurkan, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan SPP Sekolah Swasta
Revitalisasi SDN 03 Bantarjaya Tak Kunjung Terealisasi Sejak 2024, 270 Siswa Menanti Kepastian
Rehab Ruang Kelas SMAN 1 Pebayuran Disorot, Papan Informasi Tak Terlihat
3.018 ATS Karawang Dapat Bantuan, Data PKBM Penerima Belum Dibuka
Pemkab Karawang Alokasikan Rp4,8 Miliar Beasiswa Kesetaraan, Pengawasan Diminta Diperketat
Dana BOS SMPN 2 Pebayuran Disoal, Belanja Sarpras 2025 Tercatat 22,75 Persen
Alokasi Sarpras SMAS Al Muhajirin 46,5 Persen, Lampaui Batas Juknis BOSP 2025
Bupati Gratiskan Modul Pengganti LKS, Penjualan Buku Pendamping di Rengasdengklok Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Jabar Sakola Diluncurkan, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan SPP Sekolah Swasta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Revitalisasi SDN 03 Bantarjaya Tak Kunjung Terealisasi Sejak 2024, 270 Siswa Menanti Kepastian

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Pelajar Karawang Bertaruh di Jalan, Pemerintah Jangan Tutup Mata

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Rehab Ruang Kelas SMAN 1 Pebayuran Disorot, Papan Informasi Tak Terlihat

Selasa, 29 September 2026 - 16:40 WIB

3.018 ATS Karawang Dapat Bantuan, Data PKBM Penerima Belum Dibuka

Berita Terbaru

Jaksa mengungkap dugaan penerimaan Rp203,46 miliar dalam perkara yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Dugaan Korupsi

Jaksa Ungkap Aliran Rp203,46 Miliar dalam Kasus Febrie Adriansyah

Sabtu, 10 Okt 2026 - 06:00 WIB