KARAWANG | GEMPAR.CO — Pemandangan sejumlah pelajar yang diduga merupakan siswa SMPN 1 Tirtajaya menempuh perjalanan menuju sekolah dengan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor memperlihatkan persoalan keselamatan yang patut mendapat perhatian serius.
Foto yang diambil pada Jumat (2/10/2026) itu bukan sekadar merekam aktivitas siswa setelah mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Jika pelajar memang harus menggunakan moda transportasi yang berisiko untuk perjalanan pulang, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan keselamatan transportasi pelajar yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Pertanyaan mendasarnya sederhana: sejauh mana pemerintah daerah memastikan setiap anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman?
Pendidikan tidak dimulai ketika siswa memasuki ruang kelas. Perjalanan dari rumah menuju sekolah juga menjadi bagian dari aktivitas pendidikan. Karena itu, keselamatan pelajar semestinya tidak sepenuhnya dibebankan kepada keluarga.
Pemerintah Kabupaten Karawang perlu memastikan akses jalan, fasilitas transportasi, serta lingkungan di sekitar jalur pendidikan mendukung keselamatan siswa. Terlebih jika kondisi serupa terjadi berulang dan dialami oleh banyak pelajar di wilayah tertentu.
Sekolah juga tidak dapat mengabaikan persoalan tersebut. Pihak satuan pendidikan perlu mengetahui bagaimana siswanya berangkat dan pulang sekolah, termasuk moda transportasi yang digunakan serta potensi risiko yang mereka hadapi setiap hari.
Jika ditemukan pelajar menggunakan kendaraan yang tidak diperuntukkan bagi angkutan penumpang atau mengendarai sepeda motor tanpa memenuhi ketentuan keselamatan dan usia berkendara, sekolah bersama orang tua perlu mengambil langkah pencegahan.
Namun, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan imbauan kepada siswa dan orang tua.
Pemerintah daerah perlu hadir dengan solusi.
Pemetaan wilayah dengan akses transportasi pelajar yang terbatas perlu dilakukan. Pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan transportasi siswa, memperbaiki akses jalan, atau menyiapkan skema transportasi yang lebih aman sesuai karakteristik wilayah.
Sebab, membangun sekolah dan mengalokasikan anggaran pendidikan saja belum cukup jika perjalanan seorang anak menuju sekolah masih mempertaruhkan keselamatannya.
Pemerintah Kabupaten Karawang perlu menjawab persoalan tersebut secara konkret.
Sebab keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang berapa banyak sekolah yang dibangun, berapa besar anggaran yang dialokasikan, atau berapa banyak program yang diluncurkan. Ukuran paling mendasar adalah apakah seorang anak dapat berangkat menuntut ilmu dan kembali ke rumah dengan selamat.
Laporan: Redaksi








