BGN Tata Ulang Penerima MBG, Sekolah Elite dan Keluarga Mampu Tidak Lagi Jadi Prioritas

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menata ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu dan wilayah 3T, sekaligus memperketat standar keamanan pangan guna meningkatkan efektivitas program. (Ilustrasi/GEMPAR.CO)

Pemerintah menata ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu dan wilayah 3T, sekaligus memperketat standar keamanan pangan guna meningkatkan efektivitas program. (Ilustrasi/GEMPAR.CO)

JAKARTA | GEMPAR.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bantuan pemerintah tersebut lebih tepat sasaran. Dalam evaluasi yang sedang berjalan, BGN berencana menghentikan pemberian MBG kepada kelompok masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi, termasuk sejumlah sekolah elite.

Kepala BGN, , menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Yang mampu, yang kaya, nanti tidak dapat lagi,” ujar Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Nanik, pembahasan mengenai penataan ulang penerima manfaat MBG masih menunggu arahan lebih lanjut dalam rapat bersama Presiden RI yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Karena itu, BGN belum merinci mekanisme maupun indikator yang akan digunakan dalam proses penyaringan penerima program.

Langkah evaluasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan, , yang meminta BGN melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Dalam rapat koordinasi bersama BGN, Zulhas menyoroti masih adanya sekolah-sekolah elite yang menerima manfaat MBG, meskipun kondisi ekonomi peserta didiknya relatif baik. Di sisi lain, sejumlah sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) justru belum tersentuh program tersebut.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penyesuaian kebijakan agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok yang paling membutuhkan.

“Kita perlu melakukan refocusing agar penerima manfaat tepat sasaran. Ada sekolah-sekolah yang sebenarnya tidak memerlukan bantuan makan bergizi, sementara daerah yang membutuhkan justru belum memperoleh layanan,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan proses penataan ulang penerima manfaat dapat mulai berjalan dalam satu bulan ke depan. Fokus utama akan diarahkan pada pemerataan layanan MBG di wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap program pemerintah.

Selain persoalan sasaran penerima, Zulhas juga meminta BGN memperketat pengawasan terhadap kualitas dan kebersihan dapur penyedia makanan. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul munculnya sejumlah kasus keracunan makanan yang sempat menjadi perhatian publik.

Pemerintah menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Karena itu, seluruh penyelenggara program diminta menerapkan standar kebersihan dan keamanan makanan secara ketat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kami tidak memberikan toleransi terhadap masalah keamanan pangan. Jangan sampai ada lagi kasus keracunan, sekecil apa pun,” tegas Zulhas.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan penataan ulang penerima manfaat dan peningkatan pengawasan kualitas layanan, pemerintah berharap program tersebut dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.


Laporan: Dani Sofyan

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru

Pemkot Bandung rencanakan sentra wisata kuliner di setiap kecamatan untuk mendorong PKL naik kelas.

Jawa Barat

Pemkot Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:31 WIB