Karawang Siapkan 7,1 Hektare Lahan, Dukung Program Pengelolaan Sampah Nasional

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | GEMPAR.CO – Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan kesiapannya mendukung Program Penetapan Calon Lokasi Sektor Persampahan (PTLS) yang diinisiasi pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Karawang usai mengikuti rapat koordinasi bersama 11 bupati dan satu wali kota di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Dalam rapat itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah memanfaatkan forum tersebut untuk memaparkan kesiapan Karawang dalam mendukung pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terpadu, dan berkelanjutan.

Bupati menjelaskan, Pemkab Karawang telah menyiapkan lahan seluas 7,10 hektare sebagai lokasi yang diproyeksikan mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah. Dari total lahan tersebut, 4,90 hektare telah selesai dibebaskan, sedangkan 2,20 hektare sisanya ditargetkan dapat diselesaikan pada Tahun Anggaran 2027.

Selain kesiapan lahan, Karawang juga telah memiliki infrastruktur pengelolaan sampah yang terus dikembangkan. Saat ini terdapat 30 unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang beroperasi di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut berfungsi mengurangi timbunan sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

Pemkab Karawang juga telah mengoperasikan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu TPST Mekarjati, TPST Jayakerta, dan TPST Cirejag. Ketiga fasilitas itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang mendukung konsep ekonomi sirkular, yakni mengolah sampah agar memiliki nilai manfaat dan dapat dimanfaatkan kembali.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana pengembangan TPST Jalupang dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan waste to energy. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Bupati, kesiapan lahan, infrastruktur, serta dukungan sumber daya menjadi modal penting bagi Karawang untuk berkontribusi dalam menyukseskan Program PTLS sektor persampahan. Pemerintah daerah juga berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran memilah sampah dari sumbernya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan tidak membuang sampah sembarangan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Berkembangnya Karawang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan dukungan lahan, infrastruktur yang terus berkembang, serta komitmen pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Karawang optimistis mampu menjadi salah satu daerah yang berperan aktif dalam mendukung program nasional di sektor persampahan sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Laporan: Redaksi GEMPAR.CO

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pebayuran Ajak Bersama Rawat Irigasi untuk Dukung Petani
Menteri PU Tinjau Karangharja, Pengairan Persawahan Jadi Perhatian
KMP Pertanyakan Pengelolaan Limbah Domestik dan Neraca Bahan Baku PT Win Textile
KMP Minta DLH Verifikasi Neraca Air dan Kapasitas IPAL PT Win Textile
KMP Minta DLH Purwakarta Verifikasi Pengelolaan Limbah PT Elegant Textile Industry
Sembilan Bulan Kasus Dugaan Pencemaran PT SunFu Indonesia Bergulir, KMP Desak Aparat Beri Kepastian Hukum
Sungai Cibeet Menghitam dan Berbau Menyengat, Diduga Tercemar Limbah Industri
KMP Pertanyakan Penundaan Verifikasi DLH Purwakarta, Soroti Tidak Adanya Notulen Rapat

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Camat Pebayuran Ajak Bersama Rawat Irigasi untuk Dukung Petani

Sabtu, 26 September 2026 - 19:20 WIB

Menteri PU Tinjau Karangharja, Pengairan Persawahan Jadi Perhatian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:42 WIB

KMP Pertanyakan Pengelolaan Limbah Domestik dan Neraca Bahan Baku PT Win Textile

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23 WIB

KMP Minta DLH Verifikasi Neraca Air dan Kapasitas IPAL PT Win Textile

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:14 WIB

KMP Minta DLH Purwakarta Verifikasi Pengelolaan Limbah PT Elegant Textile Industry

Berita Terbaru

Mahfud MD dorong penelusuran dokumen dan peran KPU dalam polemik ijazah Gibran.

Laporan Khusus

Polemik Ijazah Gibran: Mahfud Dorong Penelusuran Dokumen dan Peran KPU

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:26 WIB

Perselisihan Kepala DLH Bekasi dengan wartawan berujung laporan polisi dan memicu sorotan insan pers.

Laporan Khusus

Perselisihan Kepala DLH Bekasi dengan Wartawan Berujung Laporan Polisi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:22 WIB