Dana Bantuan Provinsi ke Kota Sukabumi Anjlok Drastis, DPRD Soroti Kebijakan Pemprov Jabar

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kota Sukabumi menyoroti penurunan drastis dana bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disebut turun dari sekitar Rp80 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Legislator meminta adanya evaluasi kebijakan anggaran agar pembangunan daerah serta kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.

DPRD Kota Sukabumi menyoroti penurunan drastis dana bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disebut turun dari sekitar Rp80 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Legislator meminta adanya evaluasi kebijakan anggaran agar pembangunan daerah serta kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.

SUKABUMI | GEMPAR.co – Alokasi dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi disebut mengalami penurunan tajam pada periode pemerintahan saat ini. Kondisi tersebut menuai sorotan dari kalangan legislatif daerah karena dinilai dapat memengaruhi kapasitas pembangunan dan pelayanan publik.

Anggota DPRD Kota Sukabumi, , mengungkapkan bahwa besaran bantuan keuangan provinsi yang diterima Kota Sukabumi saat ini jauh menurun dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, nilai bantuan yang sebelumnya mencapai puluhan miliar rupiah kini hanya tersisa sekitar Rp1,5 miliar.

“Sekarang kita hanya menerima dana bantuan dari provinsi sekitar Rp1,5 miliar, dari sebelumnya Rp80 miliar pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil,” ujar Henry saat ditemui di Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Ia memaparkan, besaran bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Barat kepada Kota Sukabumi mengalami perubahan signifikan dalam beberapa periode kepemimpinan gubernur.

Pada masa , Kota Sukabumi disebut menerima bantuan sekitar Rp113 miliar. Selanjutnya, pada era , nilai bantuan berada di kisaran Rp80 miliar. Sementara pada masa , bantuan yang diterima diklaim turun menjadi sekitar Rp1,5 miliar.

Menurut Henry, meskipun kebijakan efisiensi anggaran merupakan hal yang dapat dipahami, penurunan tersebut dinilai terlalu drastis dan berpotensi mengurangi kemampuan daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

“Kalau pun ada pengurangan, jangan sampai turun drastis seperti ini. Idealnya masih di kisaran Rp40 sampai Rp50 miliar,” ujarnya.

Selain persoalan bantuan daerah, DPRD Kota Sukabumi juga menyoroti belum adanya alokasi bantuan kuota BPJS dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun berjalan. Sebelumnya, program tersebut dinilai cukup membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Henry menilai kebijakan anggaran pemerintah provinsi seharusnya lebih memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, terutama sektor kesehatan dan pembangunan yang berdampak langsung terhadap warga.

“Lebih dibutuhkan itu bantuan untuk orang sakit daripada program seremonial,” tegasnya.

Isu menurunnya bantuan provinsi ini kini menjadi perhatian publik sekaligus memunculkan diskusi mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah daerah dan provinsi. DPRD Kota Sukabumi berharap ada evaluasi serta komunikasi lebih lanjut agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan resmi secara rinci dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dasar dan skema penurunan alokasi bantuan tersebut.


Laporan: Redaksi
Editor: Redaksi GEMPAR.co

 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Pemprov DKI Gratiskan PBB-P2 100 Persen untuk Rumah Tertentu, Ini Syaratnya
Kemensetneg Buka Lowongan Magang 2026 untuk Mahasiswa dan Siswa SMK
Prabowo Minta Tunda Pembangunan Kantor Megah, Utamakan Proyek Produktif dan Lapangan Kerja
Pengawasan Dana Desa 2026 Bergulir di Batujaya, Warga Minta Monev Berdampak Nyata
286 ASN Terima SK PNS di Karawang, Bupati Aep Tekankan Kerja Solid dan Integritas
Pemkab Karawang Siapkan RSUD Baru untuk Wilayah Pesisir Utara
Kemnaker Fokus Empat Pilar Strategis 2026, Siapkan SDM Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi
Anggaran Bina Mental Spiritual di Karawang Capai Rp 8 Miliar, Belanja Konsumsi hingga Perjalanan Dinas Mendominasi
Berita ini 4 kali dibaca

Baca Juga

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:18 WIB

Pemprov DKI Gratiskan PBB-P2 100 Persen untuk Rumah Tertentu, Ini Syaratnya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:12 WIB

Kemensetneg Buka Lowongan Magang 2026 untuk Mahasiswa dan Siswa SMK

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:12 WIB

Prabowo Minta Tunda Pembangunan Kantor Megah, Utamakan Proyek Produktif dan Lapangan Kerja

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:46 WIB

Dana Bantuan Provinsi ke Kota Sukabumi Anjlok Drastis, DPRD Soroti Kebijakan Pemprov Jabar

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:50 WIB

Pengawasan Dana Desa 2026 Bergulir di Batujaya, Warga Minta Monev Berdampak Nyata

Update Terbaru