DPRD Karawang Akan Bedah LPJ Bupati 2025, Temuan BPK Jadi Fokus Pembahasan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Karawang mulai membahas LPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran dan memastikan seluruh rekomendasi BPK ditindaklanjuti secara optimal.

DPRD Karawang mulai membahas LPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran dan memastikan seluruh rekomendasi BPK ditindaklanjuti secara optimal.

KARAWANG | GEMPAR.CO – DPRD Kabupaten Karawang akan membahas secara intensif Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati Karawang Tahun Anggaran 2025 dalam forum Badan Anggaran (Banggar) selama dua pekan ke depan.

Pembahasan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 yang nilainya mencapai sekitar Rp5,8 triliun. DPRD menilai proses tersebut penting untuk memastikan setiap program pemerintah daerah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Meski Pemerintah Kabupaten Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut, DPRD menegaskan capaian tersebut tidak boleh menghentikan proses evaluasi terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Anggota Banggar DPRD Karawang sekaligus Ketua Fraksi Demokrat, Pendi Anwar, mengatakan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal selama pembahasan LPJ berlangsung.

Menurut dia, opini WTP merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, predikat tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran daerah terbebas dari catatan maupun rekomendasi perbaikan.

“Opini WTP memang patut diapresiasi, tetapi bukan berarti pengelolaan anggaran tidak memiliki catatan. DPRD berkewajiban memastikan seluruh rekomendasi dan temuan BPK ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah,” kata Pendi usai rapat paripurna DPRD Karawang, Kamis (11/6/2026).

Pendi menilai pembahasan LPJ bukan sekadar agenda administratif tahunan. Ia menyebut forum tersebut merupakan instrumen pengawasan DPRD terhadap penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

Karena itu, DPRD tidak hanya akan mencermati realisasi anggaran, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana program yang telah dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa besar anggaran terserap, tetapi bagaimana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pembahasan nanti, Banggar DPRD Karawang juga akan mendorong keterbukaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Langkah itu dinilai penting agar seluruh anggota DPRD dapat mengetahui secara utuh berbagai temuan, koreksi, serta rekomendasi yang diberikan BPK terkait pengelolaan keuangan daerah.

Menurut Pendi, transparansi menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan pembahasan yang objektif dan komprehensif. Dengan keterbukaan tersebut, DPRD dapat menyusun rekomendasi yang lebih tepat guna memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

Selain membahas aspek keuangan, DPRD juga akan mengevaluasi capaian pembangunan yang telah dilaporkan pemerintah daerah dalam LPJ Tahun Anggaran 2025. Sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) akan menjadi bagian dari materi pembahasan.

DPRD berharap pembahasan LPJ dapat menghasilkan masukan yang konstruktif bagi pemerintah daerah sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan APBD.

Melalui proses evaluasi tersebut, DPRD Karawang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap kebijakan dan program yang dibiayai APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.


Laporan: Ahmad Fahrudin

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru

Pemkot Bandung rencanakan sentra wisata kuliner di setiap kecamatan untuk mendorong PKL naik kelas.

Jawa Barat

Pemkot Bandung Siapkan Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:31 WIB