Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat Ajak Seluruh Daerah Sinkronkan Gerakan Pilah Sampah

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengajak seluruh pemerintah daerah menyinkronkan gerakan pilah sampah sebagai solusi serius mengatasi krisis sampah nasional.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengajak seluruh pemerintah daerah menyinkronkan gerakan pilah sampah sebagai solusi serius mengatasi krisis sampah nasional.

JAKARTA|GEMPAR.co – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia menyinkronkan gerakan pilah sampah sebagai langkah serius mengatasi persoalan sampah nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Jumhur saat menghadiri Pencanangan HUT Ke-499 Jakarta bertema “Menuju Lima Abad, Jaga Jakarta Bersih!” di kawasan Koridor Jalan H.R. Rasuna Said Pedestrian Plaza Festival, Minggu (10/5/2026).

Menurut Jumhur, Gerakan Pilah Sampah yang lebih dahulu dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jakarta dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warganya. Jakarta harus paling depan dalam memberikan contoh,” ujar Jumhur dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat saat ini tengah mempersiapkan roadmap nasional pengelolaan sampah yang ditargetkan mampu menyelesaikan persoalan sampah dalam dua tahun ke depan.

“Setelah dilantik oleh presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap pengelolaan sampah agar dalam dua tahun persoalan ini selesai di seluruh Indonesia,” katanya.

Jumhur menjelaskan, produksi sampah nasional saat ini mencapai sekitar 141 ribu ton per hari. Sementara khusus di Jakarta, volume sampah mencapai sekitar 8 ribu ton per hari. Ironisnya, sekitar 75 persen sampah di Indonesia masih belum terkelola dengan baik.

Karena itu, kata dia, pemerintah akan mendorong perubahan paradigma bahwa sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara tepat.

“Kita harus memastikan cita-cita menjadikan sampah bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bisa menjadi kenyataan dalam dua hingga tiga tahun mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jumhur menegaskan Kementerian Lingkungan Hidup tidak hanya akan memberikan teguran kepada pemerintah daerah terkait persoalan sampah, tetapi juga menyiapkan berbagai solusi dan opsi kebijakan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Maka ke depan, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberi teguran sekaligus mendiskusikan bahkan menyodorkan opsi-opsi kebijakan yang mungkin dilakukan bagi setiap provinsi,” jelasnya.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, camat hingga lurah, memastikan gerakan pilah sampah didukung fasilitas yang memadai agar program tersebut berjalan efektif.

“Gerakan pilah sampah harus bertemu dengan kebijakan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemilahan sampah dapat berjalan secara sempurna,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai persoalan sampah di Jakarta tidak mungkin diselesaikan sendiri tanpa kolaborasi seluruh pihak.

Ia berharap gerakan pilah sampah menjadi momentum baru dalam menyelesaikan persoalan sampah ibu kota yang selama ini belum terselesaikan secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, aktivis lingkungan Jerhemy Owen turut membacakan Deklarasi Jaga Jakarta Bersih Pilah Sampah yang berisi komitmen pemilahan sampah 100 persen di rumah tangga, fasilitas umum, kawasan komersial hingga kawasan industri.

Deklarasi itu juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengelolaan sampah terintegrasi, pengurangan sampah menuju tempat pemrosesan akhir (TPA), serta peningkatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor demi terciptanya pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta maupun daerah lainnya.


Laporan: Slamet Riyadi | Editor: Redaksi GEMPAR.co

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dukung Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Infrastruktur Irigasi 57 Poktan di Karawang
57 Kelompok Tani di Karawang Terima Bantuan Irigasi Perpompaan, Anggaran Capai Rp153 Juta per Titik
DPRD Karawang Desak Pemda Tegas Tagih Tunggakan Pajak Restoran Rp10 Miliar
Disdik Jabar Minta Maaf atas Gangguan Akses PCMB 2026, Siapkan Solusi bagi 77 Ribu Calon Murid yang Belum Tertampung
Bupati Karawang Dorong Perda Lingkungan Hidup untuk Kendalikan Dampak Industri
Mendagri Minta Pemda Stop Rekrut Honorer, Agar Tidak Jadi Beban bagi Daerah
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis
Bantuan Beras 10 Kilogram Kembali Disalurkan, 33,2 Juta Keluarga Akan Terima Selama Tiga Bulan

Baca Juga

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:23 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Infrastruktur Irigasi 57 Poktan di Karawang

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:45 WIB

57 Kelompok Tani di Karawang Terima Bantuan Irigasi Perpompaan, Anggaran Capai Rp153 Juta per Titik

Senin, 15 Juni 2026 - 08:05 WIB

DPRD Karawang Desak Pemda Tegas Tagih Tunggakan Pajak Restoran Rp10 Miliar

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:32 WIB

Disdik Jabar Minta Maaf atas Gangguan Akses PCMB 2026, Siapkan Solusi bagi 77 Ribu Calon Murid yang Belum Tertampung

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:56 WIB

Bupati Karawang Dorong Perda Lingkungan Hidup untuk Kendalikan Dampak Industri

Update Terbaru