BPD Bantarjaya Respons Aduan Warga soal Pohon Tua Rawan Tumbang

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPD Bantarjaya mendorong Pemerintah Desa menindaklanjuti aduan warga terkait pohon tua yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.

BPD Bantarjaya mendorong Pemerintah Desa menindaklanjuti aduan warga terkait pohon tua yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.

BEKASI | GEMPAR.CO – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, merespons aduan warga terkait pohon tua yang dinilai berpotensi tumbang dan membahayakan masyarakat.

Aduan tersebut disampaikan warga kepada BPD. Menindaklanjutinya, BPD menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Desa Bantarjaya dan mendorong pemeriksaan langsung terhadap kondisi pohon.

Pohon yang berada di wilayah Kp. Sekunder itu disebut telah berusia tua. Warga mengkhawatirkan keberadaannya, terutama jika berada di sekitar jalan atau permukiman yang menjadi aktivitas masyarakat.

Kekhawatiran meningkat saat hujan deras dan angin kencang karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pohon tumbang. Warga berharap pemerintah desa melakukan langkah pencegahan sebelum muncul dampak yang merugikan.

BPD Bantarjaya meminta Pemerintah Desa melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi pohon serta menentukan penanganan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Suparman, anggota BPD Bantarjaya, mengatakan keselamatan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama. Ia menilai aduan yang berkaitan dengan potensi bahaya harus segera mendapat tindak lanjut.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Setiap aduan warga yang berkaitan dengan potensi bahaya perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menunggu sampai terjadi kejadian yang merugikan,” ujar Suparman.

BPD berharap Pemerintah Desa Bantarjaya segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan. Pemeriksaan lapangan diperlukan agar tindakan yang diambil sesuai dengan kondisi pohon dan tidak menimbulkan risiko baru.

Koordinasi antara BPD, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan potensi bahaya tertangani secara cepat, tepat, dan terukur.

Laporan: Riki Bahtiar

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua AKPERSI Jabar Hadirkan Perhatian bagi Penyandang Disabilitas di Sukakarya
Warga Apresiasi Pj Kepala Desa Sumbereja, Semangat Siskamling Kembali Bangkit
KMP Minta Penjelasan Hasil Pengawasan Ketenagakerjaan di Purwakarta, Soroti Pengaduan Sejak 2022
Evaluasi Total MBG Dimulai, BGN Diminta Perkuat Pengawasan dan Kualitas Gizi
Moratorium Dapur MBG Dinilai Berisiko Picu Kekecewaan Publik, Karawang Masih Kekurangan SPPG
DPRD Jabar Terima Aspirasi LSM Prabhu Indonesia Jaya: Soroti Dana Hibah, Budaya, hingga Isu Lingkungan
Partisipasi Perusahaan Meningkat, Bantuan Hewan Kurban ke Pemkab Karawang Naik Tajam Dibanding Tahun Lalu
Pemkab Karawang Salurkan Hewan Kurban untuk Tekan Stunting Lewat Program ASN Berbagi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Ketua AKPERSI Jabar Hadirkan Perhatian bagi Penyandang Disabilitas di Sukakarya

Rabu, 30 September 2026 - 04:37 WIB

BPD Bantarjaya Respons Aduan Warga soal Pohon Tua Rawan Tumbang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:16 WIB

Warga Apresiasi Pj Kepala Desa Sumbereja, Semangat Siskamling Kembali Bangkit

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:03 WIB

KMP Minta Penjelasan Hasil Pengawasan Ketenagakerjaan di Purwakarta, Soroti Pengaduan Sejak 2022

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:50 WIB

Evaluasi Total MBG Dimulai, BGN Diminta Perkuat Pengawasan dan Kualitas Gizi

Berita Terbaru