Kades Mulyajaya Soroti Lambannya Pembangunan Infrastruktur di Karawang

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Mulyajaya, Endang “Macan Kumbang”, menyoroti lambannya realisasi pembangunan infrastruktur di Karawang meski APBD 2026 telah memasuki triwulan kedua.

Kades Mulyajaya, Endang “Macan Kumbang”, menyoroti lambannya realisasi pembangunan infrastruktur di Karawang meski APBD 2026 telah memasuki triwulan kedua.

KARAWANG | GEMPAR.co – Kepala Desa Mulyajaya, Endang “Macan Kumbang”, menyoroti lambannya realisasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 telah berjalan memasuki triwulan kedua.

Menurut Endang, hingga saat ini belum terlihat adanya pembangunan fisik yang signifikan di lapangan, terutama yang menyentuh kebutuhan masyarakat desa.

“Ini sudah masuk triwulan kedua tahun anggaran 2026, tapi belum terlihat adanya kegiatan infrastruktur yang benar-benar berjalan. Masyarakat tentu bertanya-tanya, karena sampai sekarang belum ada perubahan yang dirasakan,” ujar Endang kepada GEMPAR.co.

Berdasarkan data APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Karawang menetapkan pagu belanja sebesar Rp5,715 triliun dengan target pendapatan daerah Rp5,389 triliun. Hingga April 2026, realisasi belanja tercatat sekitar Rp959,87 miliar.

Dari total serapan tersebut, sekitar 52 persen digunakan untuk belanja pegawai dan kebutuhan rutin pemerintahan.

Endang menilai kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya warga pedesaan yang masih menunggu perbaikan jalan, drainase, serta infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi.

“APBD besar, infrastruktur juga disebut menjadi prioritas. Tapi masyarakat melihat hasil nyata di lapangan, bukan sekadar angka dalam dokumen. Kalau sampai sekarang belum bergerak, publik wajar mempertanyakan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlalu lama berkutat pada proses administrasi hingga menghambat percepatan pembangunan.

“Jangan sampai anggaran lebih banyak terserap untuk birokrasi, sementara pembangunan fisik yang dibutuhkan masyarakat terus tertunda. Infrastruktur itu berkaitan langsung dengan ekonomi warga, akses pendidikan, pertanian, dan pelayanan publik,” tegasnya.

Sorotan tersebut dinilai relevan dengan amanat peraturan perundang-undangan yang mengatur kewajiban pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan secara efektif dan tepat sasaran.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib memprioritaskan pelayanan dasar dan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah menegaskan bahwa APBD harus dikelola secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sementara dalam prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik atau good governance, percepatan realisasi pembangunan juga menjadi bagian dari indikator kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik.

Endang meminta pemerintah daerah segera mempercepat pelaksanaan proyek agar roda pembangunan dan perputaran ekonomi masyarakat bisa berjalan optimal.

“Kalau terlalu lama tidak ada kegiatan, kepercayaan masyarakat bisa menurun. Pemerintah harus membuktikan bahwa APBD benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.


Laporan: Tim Redaksi | Editor: Redaksi GEMPAR.co

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Partisipasi Perusahaan Meningkat, Bantuan Hewan Kurban ke Pemkab Karawang Naik Tajam Dibanding Tahun Lalu
Polres Karawang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan untuk Pemohon SKCK dan Penghuni Rutan
Pemkab Karawang Salurkan Hewan Kurban untuk Tekan Stunting Lewat Program ASN Berbagi
Pemkab Karawang Salurkan Puluhan Hewan Kurban dari Perusahaan untuk Masyarakat
Pelanggan PDAM Batujaya Sampaikan “Kado Evaluasi” di HUT ke-39 PERUMDAM Tirta Tarum
Dugaan Pembatasan Informasi Data Ijazah oleh KCD Pendidikan Wilayah IV Menuai Sorotan
Setelah 15 Tahun Mengajar, Guru Honorer di Sumenep Mengaku Kehilangan Harapan
KMP Soroti Penataan Kota yang Dinilai Mengorbankan Rakyat Kecil
Berita ini 26 kali dibaca

Baca Juga

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:06 WIB

Partisipasi Perusahaan Meningkat, Bantuan Hewan Kurban ke Pemkab Karawang Naik Tajam Dibanding Tahun Lalu

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:27 WIB

Polres Karawang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan untuk Pemohon SKCK dan Penghuni Rutan

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:21 WIB

Pemkab Karawang Salurkan Hewan Kurban untuk Tekan Stunting Lewat Program ASN Berbagi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:01 WIB

Pemkab Karawang Salurkan Puluhan Hewan Kurban dari Perusahaan untuk Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:58 WIB

Pelanggan PDAM Batujaya Sampaikan “Kado Evaluasi” di HUT ke-39 PERUMDAM Tirta Tarum

Update Terbaru