Distribusi MBG di Cirebon Terganggu, Sejumlah Dapur SPPG Hentikan Operasional karena Dana Belum Cair

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mengalami gangguan setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara operasionalnya akibat belum cairnya anggaran dari pemerintah pusat.

Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mengalami gangguan setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara operasionalnya akibat belum cairnya anggaran dari pemerintah pusat.

CIREBON | GEMPAR.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mengalami gangguan setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya akibat belum cairnya anggaran dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi makanan kepada penerima manfaat tidak dapat dilakukan pada Senin (8/6/2026). Beberapa dapur penyedia MBG dilaporkan tidak beroperasi dan menghentikan aktivitas pelayanan hingga waktu yang belum dapat dipastikan.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah SPPG Pegambiran 01. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas dapur yang biasanya melayani penerima manfaat tampak berhenti dan tidak menunjukkan kegiatan operasional seperti hari-hari sebelumnya.

Koordinator SPPG Kecamatan Kejaksan, Igo Prasetya, mengatakan penghentian sementara operasional dilakukan karena dana operasional yang menjadi sumber pembiayaan kegiatan belum diterima sejak beberapa hari terakhir.

Menurutnya, keterlambatan pencairan dana tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan dapur dalam memenuhi kebutuhan belanja bahan makanan maupun biaya operasional harian lainnya.

“Untuk wilayah Kecamatan Kejaksan terdapat empat dapur yang tidak beroperasi mulai hari ini karena anggaran dari pemerintah belum turun,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak SPPG belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pencairan dana tersebut. Namun, kemungkinan terdapat penyesuaian sistem atau proses administrasi di tingkat pusat.

“Kami hanya menunggu arahan lebih lanjut dari pusat terkait kapan operasional dapat kembali berjalan normal,” katanya.

Senada dengan itu, Pengawas Keuangan SPPG Pegambiran 01, Salikun, membenarkan bahwa belum cairnya dana operasional menjadi penyebab utama penghentian sementara kegiatan dapur.

Akibat kondisi tersebut, ribuan penerima manfaat program MBG di sejumlah wilayah Kota Cirebon berpotensi mengalami keterlambatan menerima layanan makan bergizi yang selama ini dijalankan melalui jaringan SPPG.

Para pengelola berharap pemerintah segera menyelesaikan kendala pencairan anggaran agar distribusi MBG dapat kembali berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lebih lama.

Situasi ini menjadi perhatian karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pemerintah pusat maupun pengelola program tingkat nasional terkait penyebab keterlambatan pencairan anggaran yang mengakibatkan sejumlah SPPG menghentikan operasionalnya.


Laporan: Asep Anwar Fatoni 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

BPK Temukan 17 Permasalahan dalam Pengelolaan APBD Purwakarta Tahun 2025
Dugaan Ketidaksesuaian Data Siswa dan Guru di SMKS Saintek Nurul Muslimin, Publik Desak Audit dan Penyelidikan APH
Dana Rp50 Juta Belum Dikembalikan, BUMDes Bersika Tagih Komitmen Koperasi KOMALADESLI
Peta Anggaran Kecamatan Batujaya 2026, Belanja Operasional dan Konsumsi Mendominasi
Praktisi Hukum: Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS SMPN 2 Pakisjaya Layak Dilaporkan ke APH
Dapur MBG di Karawang Belum Miliki IPAL, Pengelola Akui Fasilitas Masih Dalam Proses
BGN Tata Ulang Penerima MBG, Sekolah Elite dan Keluarga Mampu Tidak Lagi Jadi Prioritas
Warga Karangpatri Mengaku Diminta Bayar Rp20.000 Saat Ambil Bantuan Pangan, Ketua RT Sebut untuk Operasional

Baca Juga

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:57 WIB

BPK Temukan 17 Permasalahan dalam Pengelolaan APBD Purwakarta Tahun 2025

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:47 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Data Siswa dan Guru di SMKS Saintek Nurul Muslimin, Publik Desak Audit dan Penyelidikan APH

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:45 WIB

Dana Rp50 Juta Belum Dikembalikan, BUMDes Bersika Tagih Komitmen Koperasi KOMALADESLI

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:36 WIB

Peta Anggaran Kecamatan Batujaya 2026, Belanja Operasional dan Konsumsi Mendominasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Praktisi Hukum: Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS SMPN 2 Pakisjaya Layak Dilaporkan ke APH

Update Terbaru