Dana BGN Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Bandung Barat Hentikan Operasional

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung Barat menghentikan operasional sementara akibat dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung Barat menghentikan operasional sementara akibat dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

BANDUNG BARAT | GEMPAR.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menghadapi kendala serius. Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya setelah dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga cair.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, mengungkapkan hingga awal Juni 2026 sedikitnya 40 dapur SPPG di wilayah Bandung Barat terpaksa menghentikan kegiatan pelayanan secara sementara. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap distribusi makanan bergizi bagi ribuan siswa penerima manfaat.

“Sampai hari kemarin, tercatat sekitar 40 SPPG berhenti beroperasi sementara di wilayah Bandung Barat,” ujar Ramzi saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Selain persoalan pencairan dana, sejumlah dapur juga menghadapi kendala teknis. Beberapa SPPG harus menghentikan operasional karena sarana pendukung belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Di antaranya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum tersedia serta temuan hasil inspeksi mendadak dari tim pengawas.

Ramzi menjelaskan jumlah dapur yang disuspensi akibat persoalan infrastruktur sebenarnya sudah berkurang. Dari belasan dapur yang sebelumnya dihentikan sementara, kini tersisa enam unit yang masih menunggu perbaikan dan pemenuhan persyaratan operasional.

Terhentinya operasional dapur-dapur MBG tersebut berdampak langsung terhadap sekolah-sekolah yang selama ini menerima pasokan makanan bergizi. Sejumlah orang tua murid mengaku kebingungan karena penghentian layanan dilakukan secara mendadak tanpa kepastian kapan program akan kembali berjalan.

Salah seorang wali murid di Kecamatan Lembang, Nia Koswara, mengaku menerima pemberitahuan penghentian distribusi makanan pada hari yang sama saat layanan dihentikan.

Menurut dia, pihak pengelola hanya menyampaikan informasi bahwa akan tersedia dapur pengganti. Namun hingga saat ini dapur pengganti yang dijanjikan belum juga beroperasi.

Akibatnya, sekolah meminta para orang tua kembali menyiapkan bekal makanan dari rumah untuk anak-anak mereka selama program MBG belum berjalan normal.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan tata kelola program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi peserta didik.

Secara regulasi, penyelenggaraan program MBG menuntut adanya kepastian pendanaan, pengawasan, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan lingkungan. Ketika aliran pendanaan tersendat atau infrastruktur belum memenuhi persyaratan, pelayanan kepada masyarakat berpotensi terganggu.

Pengamat kebijakan publik menilai pemerintah perlu segera memastikan kelancaran mekanisme pencairan anggaran dan memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG. Langkah tersebut penting agar program yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak sekolah tidak terhambat oleh persoalan administratif maupun teknis di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai jadwal pencairan dana maupun kepastian operasional kembali puluhan SPPG yang saat ini berhenti melayani penerima manfaat di Kabupaten Bandung Barat.


Laporan: Ardi Gunawan 

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dugaan Ketidaksesuaian Data Siswa dan Guru di SMKS Saintek Nurul Muslimin, Publik Desak Audit dan Penyelidikan APH
Dana Rp50 Juta Belum Dikembalikan, BUMDes Bersika Tagih Komitmen Koperasi KOMALADESLI
Peta Anggaran Kecamatan Batujaya 2026, Belanja Operasional dan Konsumsi Mendominasi
Praktisi Hukum: Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS SMPN 2 Pakisjaya Layak Dilaporkan ke APH
Dapur MBG di Karawang Belum Miliki IPAL, Pengelola Akui Fasilitas Masih Dalam Proses
BGN Tata Ulang Penerima MBG, Sekolah Elite dan Keluarga Mampu Tidak Lagi Jadi Prioritas
Warga Karangpatri Mengaku Diminta Bayar Rp20.000 Saat Ambil Bantuan Pangan, Ketua RT Sebut untuk Operasional
PCMB 2026 Dikeluhkan, Dedi Mulyadi Nonaktifkan Sementara Kepala Tikomdik Disdik Jabar
Berita ini 9 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:47 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Data Siswa dan Guru di SMKS Saintek Nurul Muslimin, Publik Desak Audit dan Penyelidikan APH

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:45 WIB

Dana Rp50 Juta Belum Dikembalikan, BUMDes Bersika Tagih Komitmen Koperasi KOMALADESLI

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:36 WIB

Peta Anggaran Kecamatan Batujaya 2026, Belanja Operasional dan Konsumsi Mendominasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Praktisi Hukum: Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS SMPN 2 Pakisjaya Layak Dilaporkan ke APH

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:32 WIB

Dapur MBG di Karawang Belum Miliki IPAL, Pengelola Akui Fasilitas Masih Dalam Proses

Update Terbaru