BEKASI | GEMPAR.CO — Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mengajak seluruh unsur di wilayahnya memperkuat gotong royong dalam merawat saluran irigasi. Upaya itu dilakukan untuk mendukung kelancaran pengairan lahan pertanian yang menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Ajakan tersebut disampaikan Hasyim saat memimpin rapat koordinasi persiapan kerja bakti di sepanjang saluran irigasi BKG 26 hingga BKG 38, Jumat, 2 Oktober 2026. Rapat membahas kesiapan personel, pembagian tugas, serta teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Rapat dihadiri Danramil 11 Pebayuran, Kanit Intelkam Polsek Pebayuran, BPP Pertanian, serta Kasi Trantib Kecamatan Pebayuran. Pemerintah kecamatan juga melibatkan Gapoktan, perangkat desa, dan Perum Jasa Tirta (PJT) dalam kerja bakti tersebut.
Hasyim mengatakan kerja bakti akan menyasar sejumlah titik di sepanjang BKG 26 hingga BKG 38. Sebanyak 50 personel dari Gapoktan serta 30 personel dari perangkat desa dan PJT akan dikerahkan.
Menurut Hasyim, keterlibatan kelompok tani penting karena para petani berhadapan langsung dengan persoalan pengairan di lahan mereka. Pemerintah kecamatan ingin memastikan perawatan saluran menjadi tanggung jawab bersama.
Kerja bakti dijadwalkan berlangsung Selasa mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Hasyim meminta seluruh unsur yang terlibat hadir tepat waktu dan menjalankan tugas sesuai pembagian di lapangan.
Selain membersihkan saluran, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi jaringan irigasi agar tetap mendukung distribusi air ke area pertanian. Kondisi saluran yang terawat diharapkan membantu mengurangi hambatan aliran air pada titik-titik yang membutuhkan penanganan.
Hasyim menilai sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, TNI-Polri, BPP Pertanian, dan PJT diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fungsi saluran irigasi.
“Yang kita bangun bukan hanya kerja baktinya, tetapi juga kepedulian bersama untuk menjaga saluran irigasi,” kata Hasyim.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur pertanian. Perawatan saluran, kata dia, perlu dilanjutkan dengan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala.
Dengan kerja bersama, pemerintah Kecamatan Pebayuran mendorong agar saluran BKG 26 hingga BKG 38 tetap berfungsi optimal sehingga dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.
Laporan: Riki Bahtiar








