DPRD Karawang Minta KCD Wilayah IV Segera Buka Hasil Verifikasi Dugaan Ketidaksesuaian Data Pendidikan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi IV DPRD Karawang mendesak KCD Wilayah IV Jawa Barat segera membuka hasil verifikasi dugaan ketidaksesuaian data pendidikan di salah satu SMK swasta di Karawang. Keterbukaan informasi dinilai penting agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Komisi IV DPRD Karawang mendesak KCD Wilayah IV Jawa Barat segera membuka hasil verifikasi dugaan ketidaksesuaian data pendidikan di salah satu SMK swasta di Karawang. Keterbukaan informasi dinilai penting agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

KARAWANG | GEMPAR.co – Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang meminta Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat segera menyampaikan hasil verifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian data peserta didik dan tenaga pendidik di salah satu SMK swasta di Kabupaten Karawang.

Permintaan tersebut muncul setelah proses verifikasi yang disebut berlangsung sejak April 2026 belum juga disertai penjelasan resmi kepada publik mengenai hasil pemeriksaan maupun langkah tindak lanjut yang dilakukan.

Sorotan publik mengarah pada dugaan perbedaan data dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kondisi faktual di lapangan di SMKS Saintek Nurul Muslimin. Persoalan tersebut mencuat setelah adanya laporan dari mantan pihak internal sekolah yang mempertanyakan kesesuaian data administrasi pendidikan.

Pada 27 April 2026, GEMPAR.co mendatangi kantor KCD Wilayah IV guna meminta konfirmasi terkait perkembangan proses verifikasi tersebut. Saat itu, pihak KCD melalui bagian hubungan masyarakat menyampaikan bahwa pengawas pendidikan masih melakukan verifikasi dan validasi data.

Namun hingga pertengahan Mei 2026, belum terdapat penjelasan resmi terkait hasil akhir pemeriksaan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin, menilai keterbukaan informasi penting dilakukan agar persoalan yang berkembang tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi di lapangan. Kalau proses verifikasi sudah berjalan, publik tentu menunggu penjelasan resmi agar tidak muncul asumsi liar,” ujarnya, Senin (18/6/2026), dikutip dari delik.co.id.

Menurut Asep, validitas data pendidikan harus menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan tata kelola administrasi dan penyaluran anggaran pendidikan.

Informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian data itu menjadi perhatian publik karena data Dapodik digunakan sebagai dasar administrasi dalam berbagai program pembiayaan pendidikan, termasuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU).

Meski demikian, seluruh informasi yang berkembang masih bersifat dugaan dan memerlukan pembuktian melalui audit serta pemeriksaan resmi dari instansi berwenang. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyimpulkan adanya pelanggaran maupun kerugian negara.

Sementara itu, Pengawas Pembina KCD Wilayah IV, Cecep Rony, menyatakan proses pendalaman data masih terus berjalan karena pihaknya masih membutuhkan kelengkapan bukti.

“Masih dilakukan terus pa, karena saya perlu bukti lengkap,” kata Cecep melalui pesan singkat kepada GEMPAR.co, Selasa (13/5/2026).

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai keterbukaan informasi penting dilakukan agar proses verifikasi berjalan objektif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak KCD Wilayah IV belum memberikan keterangan resmi tambahan terkait hasil akhir verifikasi dugaan ketidaksesuaian data tersebut.


Laporan: Abdul Haris | Editor: Redaksi GEMPAR.co

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat
DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar
Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari
Ombudsman Bongkar Temuan di Lapas Cibinong: Ada 10 Bangunan Mirip Hunian, Akses Tak Terkunci hingga Dugaan Pungutan
Uang Dikembalikan, Perkara Selesai? Dugaan Penyimpangan BOS Rp879 Juta di Karawang Tetap Perlu Diusut
KPK Dalami Sejumlah Proyek Pemkab Bekasi yang Diduga Terkait Ipda Yayat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 04:58 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIB

Lapas Cibinong Masuk Babak Baru, Ombudsman Siap Buka Temuan di DPR

Senin, 28 September 2026 - 07:25 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berujung Pencopotan Kalapas dan Empat Pejabat

Jumat, 25 September 2026 - 20:55 WIB

DBHP Purwakarta 2025 Dipertanyakan: Selisih Rp46,87 Miliar, Jejak Tunggakan Rp19,74 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 19:20 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Berubah Setelah Disidak Ombudsman, Menteri Imipas Janji Investigasi 7 Hari

Berita Terbaru