Pengerukan Tanggul Kali Cikarang pada Malam Hari Picu Protes, Izin Dipertanyakan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI | GEMPAR.CO — Aktivitas pengerukan tanah menggunakan alat berat excavator di kawasan Kali Cikarang, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Sabtu malam (10/10/2026), menuai protes dari aktivis lingkungan yang dikenal dengan sebutan Kijaga Kali.

Dalam video yang diterima redaksi, terlihat excavator mengeruk tanah pada malam hari. Material hasil pengerukan dilaporkan diangkut menggunakan dump truck.

Kijaga Kali mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari warga. Ia memprotes aktivitas tersebut karena khawatir pengerukan mengganggu fungsi tanggul sungai.

“Gak boleh ini, gak boleh diangkatin ini tanah kali. Buat apa ini? Gak boleh ada pengrusakan ini tanah tanggul,” ujar Kijaga Kali dalam rekaman video.

Ia juga meminta operator excavator menghentikan kegiatan dan meninggalkan lokasi.

Dasar Hukum Perlu Diperiksa

Aktivitas tersebut perlu ditelusuri berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Pasal 22 ayat (2) peraturan tersebut melarang pengurangan dimensi badan tanggul untuk kepentingan pengendalian banjir.

Karena itu, instansi berwenang perlu memastikan apakah lokasi pengerukan merupakan bagian badan tanggul dan apakah kegiatan tersebut mengurangi dimensinya.

Hingga berita ini disusun, belum diketahui secara pasti tujuan pengerukan, pihak yang bertanggung jawab, maupun dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

Redaksi juga belum memperoleh keterangan resmi dari pelaksana maupun instansi terkait mengenai status pekerjaan dan perizinannya.

Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi tanggul serta menentukan apakah kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

GEMPAR.CO membuka ruang klarifikasi bagi pihak pelaksana dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas pengerukan tersebut.

Laporan: Aceng Sobari

Follow WhatsApp Channel gempar.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua AKPERSI Jabar Hadirkan Perhatian bagi Penyandang Disabilitas di Sukakarya
BPD Bantarjaya Respons Aduan Warga soal Pohon Tua Rawan Tumbang
Warga Apresiasi Pj Kepala Desa Sumbereja, Semangat Siskamling Kembali Bangkit
KMP Minta Penjelasan Hasil Pengawasan Ketenagakerjaan di Purwakarta, Soroti Pengaduan Sejak 2022
Evaluasi Total MBG Dimulai, BGN Diminta Perkuat Pengawasan dan Kualitas Gizi
Moratorium Dapur MBG Dinilai Berisiko Picu Kekecewaan Publik, Karawang Masih Kekurangan SPPG
DPRD Jabar Terima Aspirasi LSM Prabhu Indonesia Jaya: Soroti Dana Hibah, Budaya, hingga Isu Lingkungan
Partisipasi Perusahaan Meningkat, Bantuan Hewan Kurban ke Pemkab Karawang Naik Tajam Dibanding Tahun Lalu

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Pengerukan Tanggul Kali Cikarang pada Malam Hari Picu Protes, Izin Dipertanyakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Ketua AKPERSI Jabar Hadirkan Perhatian bagi Penyandang Disabilitas di Sukakarya

Rabu, 30 September 2026 - 04:37 WIB

BPD Bantarjaya Respons Aduan Warga soal Pohon Tua Rawan Tumbang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:16 WIB

Warga Apresiasi Pj Kepala Desa Sumbereja, Semangat Siskamling Kembali Bangkit

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:03 WIB

KMP Minta Penjelasan Hasil Pengawasan Ketenagakerjaan di Purwakarta, Soroti Pengaduan Sejak 2022

Berita Terbaru

Mahfud MD dorong penelusuran dokumen dan peran KPU dalam polemik ijazah Gibran.

Laporan Khusus

Polemik Ijazah Gibran: Mahfud Dorong Penelusuran Dokumen dan Peran KPU

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:26 WIB

Perselisihan Kepala DLH Bekasi dengan wartawan berujung laporan polisi dan memicu sorotan insan pers.

Laporan Khusus

Perselisihan Kepala DLH Bekasi dengan Wartawan Berujung Laporan Polisi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:22 WIB